Kepala BKPP Kota Cilegon, Mahmudin menyampaikan hasil tes SKD CPNS Kota Cilegon 2018 saat berada dikantornya, Senin (12/11/2018). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Peserta tes penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 Kota Cilegon pada tahap pertama atau yang lolos mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) hanya mencapai 3 persen. Dari hasil portal SCCB BKN yang diakses Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Cilegon, Pelamar yang lolos SKD hanya mencapai 93 orang dari jumlah keseluruhan peserta yang mengikuti tes sebanyak 2.820 orang. Jumlah dari BKN untuk peserta yang lolos pada tes ini diketahui bertambah dibanding hasil perhitungan manual BKPP sebanyak 87 orang.

“Kita baru lihat admin SCCN itu, baru siang ini keluar, itu lebih dari 3 persen. Dari awal 87 naik menjadi 93 peserta. Jadi yang naik atau lulus pasing grade ada (tambahan) 6 peserta,” ungkap Kepala BKPP Cilegon, Mahmudin dikonfirmasi di kantornya, Senin (12/11/2018).

BKPP tidak mengetahui formasi mana yang diisi oleh peserta yang lolos pada tes SKD ini. Namun darijumlah peserta yang lolos seleksi ini melamar pada 221 dari 230 formasi CPNS yang dibuka.

“Formasi yang dibuka kan jumlahnya 230, yang kosong ada 9 formasi. Jadi yang terisi formasi 221 formasi. Ini (peserta lolos tes SKD) jangan dianalogkan. 93 ini formasinya menyebar, kita belum tahun yang mana karena yang menentukan Panselnas (Panitia Seleksi Nasional),” Paparnya.

Ia tidak menampik jika hasil peserta yang lolos pada tes SKD ini belum memenuhi harapan BKPP. Namun, pihaknya akan berupaya untuk mengusulkan ke BKN untuk mengevaluasi ambang batas nilai atau passing grade tes supaya formasi dapat terisi.

“Misalnya bagi yang tidak memenuhi passing grade, memang ada (peserta) yang menanyakan, kalaupun akan diulang, siapa yang mendanai dan anggarannya. Kemudian yang kedua, kalau ada kebijakan penurunan passing grade atau dirangking. Kalaupun tidak diturunkan, kemungkinan formasi banyak tidak terisi. Tapi sekali lagi, daerah tidak bisa apa-apa dan hanya bisa mengusulkan. Kebijakannya ada di panselnas, itu ada di KemenPAN-RB dan BKN,” terangnya.

Hingga saat ini, BKPP masih menunggu langkah apa yang diambil daerah untuk menyikapi hasil tersebut. Upaya permohonan untuk penurunan passing grade diperkirakan akan diusulkan pihaknya ke BKN sesaat setelah tes SKD secara nasional selesai diselenggarakan dan sebelum Tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) digelar.

“Kita tunggu seperti apa (kebijakan daerah). Durasinya SKD itu kan dari 8 November sampai 17 November. Kita tunggu setelah tangga 17 November. Kita tunggu pada rentan seminggu itu (sebelum tes SKB digelar), ada (kebijakan) apa. Kemudian ada jemungkinan juga tidak diusulkan, kemungkinan kita diundang rakor untuk kesepakatan,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?