CILEGON, SSC – Badan Anggaran (Banggar) DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Cilegon mengimbau agar Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengalokasikan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Perubahan 2019 untuk penyediaan air bersih bagi warga di Kelurahan Gerem dan Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak yang mengalami krisis air bersih.

Anggota Banggar DPRD Kota Cilegon, Erick Rebiin mengaku sangat prihatin dengan kekeringan yang terjadi di 2 kelurahan di Kota Cilegon itu. Pihaknya mendesak agar pemerintah memberi perhatian khusus bagi warga yang dilanda krisis air bersih ditengah musim kemarau ini.

“Semestinya Pak Wali (Edi Ariadi,red) mengalokasikan anggaran dari APBD untuk persoalan kekeringan ini. Karena kekeringan ini sudah meluas hingga dua kelurahan,” kata Erick kepada Selatsunda.com melalui pesan singkat Whatsapp, Senin (8/7/2019).

Menurut Erick, persoalan kekeringan ini harus secepatnya diselesaikan oleh Pemkot Cilegon. Sehingga masyarakat tidak merasa kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Baca : Sudah 3 Bulan, Warga Gerem Krisis Air Bersih

“Waktu rapat dengan eksekutif dan legislatif beberapa waktu lalu, saya sempat sampaikan di dalam rapat agar Pemkot Cilegon dapat mengalokasikan anggaran untuk pengadaan air bersih untuk warga Cilegon yang kekeringan air. Pak wali bilang, jika dirinya dengan dinas terkait akan menghitung besaran anggaran yang akan dibutuhkan untuk pengadaan air bersih ini,” pungkasnya.

Baca juga : Kekeringan Semakin Meluas, Ratusan Warga di Mekarsari Butuh Air Bersih

Diberitakan sebelumnya, akibat kemarau di Kota Cilegon mengalami kekeringan yang luar biasa. Tak hanya dialami di wilayah Lingkungan Watulawang dan Pasir Salam Kelurahan Gerem, Kota Cilegon, kekeringan pun mulai melanda Lingkungan Gunung Tembulun, RT 01 RW 04 Kelurahaan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak. Akibat kekeringan ini, 130 kepala keluarga membutuhkan pasokan air bersih. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here