Walikota Cilegon, Edi Ariadi bersama istri mengginakan hak pilihnya nyoblos di TPS 027, Komplek PCI, Kota Cilegon, Rabu (17/4/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Edi Ariadi nyoblos di TPS 027, Kompleks PCI Blok B, Kelurahaan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Rabu (17/4/2019).

Edi tiba di TPS sekitar pukul 08.45 WIB. Ia datang dengan memakai kemeja putih dan celana bahan hitam.

Orang nomor satu ini datang bersama sang istri Lili Muflihah dan kedua putrinya, Anisa Febi, Anisa Dwi Agustian dan cucu, Alia Wardana.

Hanya 15 menit menunggu, nama Edi langsung dipanggil KPPS untuk mendapat giliran mengambil surat suara. Istri Edi kemudian mendapat giliran pengambilan surat suara selanjutnya.

Usai mencoblos, Walikota Edi Ariadi mengaku, kebingungan saat mencoblos salah satu calon anggota legislatif. Bahkan, saat menentukan pilihan, dirinya membutuhkan waktu lama untuk mencoblos.

“Kaya pemilu sekarang kurang sosialiasi deh ke masyarakat. Terutama bagi anggota DPR. Saya aja tadi lama tuh buka-buka lembaranya. Yang mau di pilih malah gak ada. Untuk ukuran kertas besar banget ukuranya. Harus lebih efisien lagi lah,” kata Edi kepada awak media,” Rabu (17/4/2019).

Menurut Edi, semestinya KPU harus memberikan sosialiasi kepada masyarakat agar masyarakat dapat menentukan pilihanya.

“Sosialiasi ya harus lebih lagi buat kedepan. Kalau sekarang kayanya kurang sosialisasi ya,” ujarnya.

Disinggung banyaknya kepala daerah yang sudah menentukan sikap memilih salah satu calon, kata Mantan Kepala Bappeda Cilegon ini cenderung bersikap netral.

“Sikap kemana nih? Teman-teman lihat saya pake baju apa?,”’ujar Edi seraya ketawa lebar.

Edi menghimbau bagi masyarakat Cilegon yang belum menentukan pilihan di pada hari ini, ia meminta agar masyarakat tidak golput dalam memilih. Adapun, warga yang tidak memiliki kertas suara, ia pun menyarankan agar masyarakat yang tidak memiliki kertas suara tidak diam, tapi bisa mendaftar diatas jam 13.00 WIB.

“Bagi mereka yang enggak punya surat suara, jangan diam. Bisa gunakan KTP dan KK. Pokoknya jangan golput karena ada hal kita untuk menentukan pilihan pimpinan daerah dan RI,” pungkasnya. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?