Ilustrasi

CILEGON, SSC – Warga Kecamatan Jombang, Kota Cilegon rupanya harus lebih banyak bersabar. Sebab, pada 2021 Pemkot Cilegon tidak akan memberikan bantuan RS-TLH (Rehabilitasi Sosial-Rumah Tidak Layak Huni.

Rencanaya, pada Senin (16/8/2021) Pemkot Cilegon melalui Dinas Sosial (Dinsos) akan memberikan bantuan RS-TLH untuk 142 warganya yang tersebar di tujuh kecamatan berbeda.

Kepala Seksi (Kasi) Penanganan Fakir Miskin Dinsos Cilegon, Reni Sukmawati menjabarkan, 142 warga ini tersebar di setiap kecamatan. Yaitu, Kecamatan Pulomerak (Tamansari sebanyak 58 Kpm dan Mekarsari sebanyak 4 Kpm). Kecamatan Purwakarta (Tegal Bunder sebanyak 13 Kpm dan Kotabumi 2 Kpm), Kecamatan Citangkil (Citangkil sebanyak 3 Kpm dan Wanarsari 4 Kpm)

Selanjutnya, Kecamatan Cibeber (Karang Asem sebanyak 13 Kpm dan Cikerai sebanyak 9 Kpm, Kecamatan Cilegon (Bendungan sebanyak 8. Kecamatan Ciwandan (Banjarnegara sebanyak 5 Kpm, Randakari 12 Kpm, Kubangsari 8) dan Kecamatan Gerogol (Grogol sebanyak  3 Kpm).

“Dari total 142, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak yang paling banyak berjumlah 58 keluarga penerima manfaatnya (KPM),” ujar Kepala Seksi (Kasi) Penanganan Fakir Miskin Dinsos Cilegon, Reni Sukmawati saat dikonfirmasi,” Minggu (15/8/2021).

Ia menjabarkan, 142 warga yang diterima ini prosesnya berawal dari mengajukan proposal di tingkat kelurahan yang nantinya masuk di musyawarah rencana pembangunan kelurahan (Musrenbangkel) yang dilanjutkan ke musrenbangcam.

“Selanjutnya diinput ke e-hibahbansosmandiri.cilegon.go.id untuk kita verifikasi sebelum akhirnya diputuskan oleh tim pertimbangan di Inspektorat terkait berapa jumlah proposal yang diterima dan berapa nilai bantuannya,” tuturnya.

Menurutnya, jumlah 142 ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu yang hanya mencapai 74 KPH RS-RTLH.

Terkait pengajuan proposal tersebut dilakukan secara periodik satu tahun sebelum pencairan dananya.

“Untuk tahun ini sudah dibuatkan SK Wali Kota karena ini merupakan jenis bansos yang terencana jadi pengajuannya harus satu tahun sebelumnya,” tambahnya.

Sementara itu, terkait jadwal pencairan dana bansos ini dilakukan secara bergiliran.

“Besok, Senin (16/8/2021) hanya untuk Kelurahan Tamansari saja karena memang KPHnya sudah cukup banyak, berjumlah 58,” ungkapnya.

Pencairannya dilanjutkan pada Rabu (18/8/2021) karena Selasa bertepatan dengan libur nasional sebanyak 48 KPM dari tujuh kelurahan yang berbeda.

“Hari Rabu jadwalnya untuk warga Kelurahan Mekarsari, Tegal Bunder, Kotabumi, Citangkil, Warnasari, Karang Asem, dan Cikerai,” jelas Reni.

Untuk Kamis (19/8/2021) terjadwal ada lima kelurahan yang berjumlah 36 KPM.

“Pencairan dana ini dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai,” terangnya.

Dana ini nantinya akan dicairkan melalui Bank Jabar Banten ke seluruh rekening penerima. Jumlah dana yang diterima 142 KPM ini sangat bervariatif sekali.

“Empat warga sebesar Rp 15 juta dan 138 sisanya sebesar Rp 7,5 juta sesuai hasil rekomendasi tim pertimbangan,” imbuhnya. (Ully/Red).