Staf Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon tengah memantau kondisi bantuan covid-19 untuk pasien isolasi mandiri (isoman) di gudang Dinas Sosial Cilegon,” Senin (2/8/2021). Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon mencatat sampai saat ini sebanyak 1.407 paket bantuan sembako untuk pasien isolasi mandiri (isoman) Covid-19 masih belum tersalurkan.

Berdasarkan laporan penyaluran bantuan sosial (Bansos) Dinsos Cilegon per 31 Mei 2021, kuota bahan makanan (buffer stok) untuk pasien isoman sebanyak 3.000 paket sembako. Dari jumlah tersebut, baru disalurkan 1.593 paket sembako.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon Achmad Jubaedi mengatakan, sembako banyak belum tersalurkan karena masih ada kelurahan yang belum mengajukan permohonan. Ia membantah jika bantuan belum disalurkan karena lambat pengiriman.

“Kenapa baru 1.593 stok makanan yang baru di kirim? Karena kami (Dinsos) itu berdasarkan permohonan dari pihak kelurahan. Jika ada usulan dari pihak kelurahan langsung kita tindaklanjuti penyalurannya,” kata Jubaedi kepada Selatsunda.com, Senin (2/8/2021).

Baca juga  Begini Tanggapan Walikota Helldy Komentari Pernyataan Iman Ariyadi

Mantan Kadis Kominfo Cilegon ini menuturkan, meski hampir seluruh kelurahan sudah mengajukan permohonan namun hal itu tidak langsung diakomodir. Karena data calon penerima harus dilakukan verifikasi.

“Jadi, kalau pun ada permohonan, nanti kita verifikasi dulu datanya dari kelurahan baru kemudian kami tindaklanjuti permohonan bantuan tersebut,” terangnya.

Ia menyatakan, bantuan cadangan makanan untuk pasien covid-19 ini bersumber APBD Kota Cilegon sebesar Rp 418 juta. Penerima nantinya akan menerima bantuan berupa beras dan lainnya.

“1 paket sembako untuk pasien Covid-19, dengan harga Rp 150 ribu per paket. 1 paket bantuan ini berisi 5 kilogram beras, 10 bungkus mie instan, 2 sarden ukuran 155 gram, 1 kecap,” tutur Jubaedi.

Baca juga  Helldy-Sanuji Dengan Elit Parpol Cilegon Makan Siang Satu Meja, Bicara Konsolidasi Politik?

Kata Jubaedi, penyaluran tersebut dipastikan tidak akan ganda. Dinsos berharap permohonan 3.000 hingga 4.000 paket yang sama pada APBD perubahan 2021 dapat terealisasi. Hal itu untuk mengantisipasi bencana alam dan non alam.

“Mekanisme penyaluran bantuan ini kami pastikan tidak akan double bantuan. Semoga di anggaran perubahan ke depan, penyaluran bantuan bisa terealisasi dengan baik,” pungkasnya. (Ully/Red)