CILEGON, SSC – Sebanyak 40 anggota legislatif periode 2019-2024 sebentar lagi akan duduk di parlemen dan menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat. Salah satunya akan mengawal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cilegon 2016-2021 yang tersisa 2 tahun lagi di masa kepemimpinan Walikota, Edi Ariadi dan Wakil Walikota, Ratu Ati Marliati.
Walikota Cilegon, Edi Ariadi diminta tanggapan mengaku siap dikritik oleh anggota DPRD yang baru. Edi juga mengaku akan siap menjalin kerjasama.
“Nggak masalah (dikritik). Kenyataannya begitu,” ujar Edi ditemui di kantornya, belum lama ini.
“Pemerintah itu kan, legislatif dan eksekutif. Kewajiban itu. Legislatifnya disana, kita pelaksana. (Kerjasama) itu harus dong,” sambung Edi.
Baca : Jika Terpilih, Caleg Baru Siap Kritisi Sisa 2 Tahun RPJMD Cilegon
Edi berpandangan, konsolidasi antara eksekutif dengan legislatif yang baru tidak akan sulit dibangun. Karena hampir seluruh anggota DPRD yang duduk di parlemen masih berasal dari partai politik pendukung kepala daerah Kota Cilegon 2016-2021.
“Paling berapa (partai politik) yang harus koalisasi, cuman satu saja kan, Berkarya. Berkarya kan bekas orang Golkar juga,” tuturnya.
Edi menjelaskan, mengenai program-program prioritas RPJMD yang masih menjadi pekerjaan rumah di sisa 2 tahun kedepan diupayakan pihaknya untuk diselesaikan. Beberapa diantaranya di 2020, Pemkot akan mengejar pembangunan Gedung Setda dan realisasi dimulainya pembangunan Pelabuhan Warnasari.
“Kalau saya, di 2020 itu saya masih mengejar, enam lantai selesai. Kalau pelabuhan, masih terus berjalan, soal perizinan dan sebagainya,” papar Edi. (Ronald/Red)

