CILEGON, SSC – Puluhan tenaga pendidik yakni pengawas sekolah di Kota Cilegon butuh kendaraan operasional dinas kepada Pemkot Cilegon. Randis dibutuhkan untuk meningkatkan mobilitas para pengawas.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kota Cilegon, Ismatullah mengatakan, pihaknya meminta agar permintaan itu dapat direalisasi Pemkot Cilegon. Sebab, saat ini pengawas sekolah hanya berkendaraan motor. Dari sejumlah tugas yang diemban, pengawas cukup sulit melaksanakanya salah satunya jika sedang menjalankan tugas di luar kota.
“Kalau idealnya kan para pengawas sekolah ini punya mobil operasional. Karena, saya tahu kadang mereka itu harus koordinasi ke Jakarta, LPMTIK, keluar kota serta kegiatan lainya. Kalau hanya motor enggak memungkinkan juga untuk mereka kerja. Dengan adanya mobil ini, tentunya bisa mempercepat, memperlancar dam menunjang kinerja mereka,” kata Ismatullah ditemui usai Rapat Kerja Pengawas Sekolah di Aula DPRD Kota Cilegon, Selasa (28/1/2020).
Masih kata Ismatullah, Dindik idelanya membutuhkan kendaraan operasional pengawas sekolah mulai dari tingkat TK, sekolah dasar dan pengawas tingkat SMP (Sekolah Menenggah Pertama).
“Idealnya tiga pengawas dari tingkat sekolah ini ada mobil operasional. Tapi kenyataanya mobil opersional yang ada baru koordinator pengawas. Nah, karena kondisi ini, kami (Dindik Cilegon) meminta agar Pemkot Cilegon dapat merealisasikan mobil opersional tersebut,” katanya.
Berdasarkan data yang dimiliki Dindik Kota Cilegon, total pengawas sekolah di Kota Cilegon sebanyak 37 pengawas, penilik sekolah sebanyak 24 orang, kepala sekolah negeri sebanyak 151 orang, kepala sekolah swasta sebanyak 30 orang.
Menanggapi hal ini, Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati mengaku, belum teraliasinya mobil operasional untuk pengawas sekolah karena terbentur anggaran.
“Memang dulu mereka (Dindik Cilegon) pernah mengusulkan kendaraan mobil operasional tersebut. Cuman, karena terbentur kemampuan anggaran makanya tidak bisa terealiasi di tahun ini,” ujar Ati. (Ully/Red)

