20.1 C
New York
Kamis, April 23, 2026
BerandaPendidikanBaru 2 Hari Digelar, Belajar Tatap Muka Sekolah di Cilegon Disetop

Baru 2 Hari Digelar, Belajar Tatap Muka Sekolah di Cilegon Disetop

-

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menutup kegiatan belajar mengajar secara tatap muka setelah sebelumnya sempat membuka kegiatan bersekolah. Keputusan diberhentikannya kegiatan tersebut karena kasus pasien positif virus Corona bertambah.

Sekretaris Satgas Percepatan Gugus Tugas Kota Cilegon Erwin Harahap mengatakan, selain terkait kasus Covid-19, pembelajaran tatap muka ditutup karena Kota Cilegon masih berada di zona kuning. Pemkot Cilegon dalam menjalankan mekanisme sekolah bertatap muka harus mengikuti SKB 4 menteri.

“Iyah ditutup (sekolah tatap muka,red). Faktornya kenapa kita (Pemkot Cilegon) tutup karena banyak faktor. Salah satunya, Kota Cilegon masih berada di zona kuning dan kasus covid-19 terus bertambah. Selama 2 (dua) hari itu masih uji coba. Kita tidak tahu sampai kapan belajar daring itu berlaku. Jika kondisi suasana bagus boleh kembali tatap muka. Namun jika tidak maka sekolah daring terus berlanjut,” kata Erwin terkonfirmasi, Rabu (5/7/2020).

Erwin menyatakan, kegiatan belajar tatap muka akan kembali digelar dengan daring.

“Untuk penutupan sekolah kembali ke daring, Pak Walikota (Edi Ariadi) sudah mengetahuinya. Dan kami minta (Satgas Gugus Tugas) agar Dindik Cilegon membuat kajian dulu sebelum sekolah tahap muka dibuka,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kota Cilegon Ismatullah membenarkan jika Pemkot Cilegon memberhentikan belajar tatap muka di sekolah. Ditutupnya belajar tatap muka oleh pemerintah ini, karena kasus pasien covid-19 kembali bertambah sebanyak 3 orang. Dimana salah satu siswa SMP diisolasi karena terpapar Covid-19.

“Iyah karena ada 3 orang yang posistif ditambah ada siswa dari SMP 7 yang sedang melakukan isolasi karena tertular dari sang nenek yang dinyatakan posotif Covid-19. Selain itu, Kota Cilegon juga masih berstatus zona kuning. Jadi pada kemarin malam (Selasa) kita (Dindik) putuskan kembali belajar daring seperti biasa,” jelas Ismatullah.

Ismatullah membantah jika pihaknya tidak melakukan koordinasi dengan pihak forkopinda dalam menggelar belajar secara tatap muka.

“Kalau ngomong belum koordinasi wong kita sudah ngomong sama forkopinda (Walikota, Dandim, Kapolres dan BPBD) dan pembicaraan tersebut usai silaturahmi usai Idul Adha,” terang Ismat. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen