CILEGON, Selatsunda.com – Gagal tender Pembangunan Jembatan Ciberko disorot Anggota DPRD Kota Cilegon, Erick Airlangga. Politisi Partai Golkar ini langsung menyambangi Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Cilegon mempertanyakan hal itu.
Permasalahan tersebut dibahas dalam rapat oleh Kepala Dinas DPUPR, Heri Mardiana melibatkan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR, Retno Anggraeni, Asda III Setda Cilegon, Dikrie Maulanawardhana dan Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Setda Cilegon, Tuah Sitepu. Pembahasan dilangsungkan di Kantor Dinas PUPR pada Rabu (14/9/2022)
Kepada awak media, Kepala Dinas DPUPR, Heri Mardiana menjelaskan, alasan gagalnya tender Pembangunan Jembatan Ciberko. Kata Heri, menurut penilaian dari Barjas dari tiga penyedia yang menawarkan harga tertinggi tidak ada yang memenuhi syarat lengkap.
“Barjas ada penilaian ketiga-tiganya tidak memenuhi syarat,” ujar Heri.
Meski pekerjaan pembangunan jembatan tersebut gagal lelang, kata Heri, pihaknya akan mengajukan lelang cepat. Karena saat ini telah masuk pada bulan September. Pihaknya pun mengharapkan, pekerjaan dapat terlaksana pada bulan yang sama.
“Kami dalam waktu dekat akan coba untuk upaya lelang cepat dengan ada syarat-syarat tertentu, dengan alasan-alasan tertentu,” tuturnya.
“Karena dengan melihat waktu sekarang di September, harapannya bisa terlaksana, terealisasi di akhir Desember bisa selesai. Mudah-mudahan lelang cepat bisa terealisasi dan diakhir September bisa kontrak,” ucapnya.
Diakuinya, pembangunan Jembatan Ciberko sempat tidak dilaksanakan tahun lalu karena terkendala lahan. Namun kini kendala tersebut sudah terselesaikan meski saat ini terjadi gagal lelang.
Ia berharap, lelang dapat cepat terlaksana. Sehingga akhir Desember, Pembangunan Jembatan Ciberko dapat rampung.
“Diharapkan 90 hari, diakhir Desember bisa selesai,” harapnya.
Sementara, Anggota DPRD Cilegon Erick Airlangga mengultimatum agar Pembangunan Jembatan Ciberko cepat dikerjakan. Paling tidak lelang ulang sudah dilakukan dengan batas akhir pada 22 September mendatang.
“Maksimal di 22 September itu udah ada pemenang lelangnya. Itu terserah bagaimana teknisnya dan mau orang Papua atau orang mana. Yang penting jembatan itu (Jembatan Ciberko) terealisasi,” ujarnya.
Ia mengancam, jika pekerjaan tidak terealisasi akan menutup jalan di jembatan tersebut dengan truk. Bahkan jika Pemkot tidak sanggup, ia mengaku akan melakukan pekerjaan jembatan dengan uang pribadinya.
“Kalu tidak terealisasi, paling saya palangin dengan mobil tronton mau 1 bulan kek atau 2 bulan kek,” kata Erick..
“Jika di 22 September 2022 tidak juga terealisasi, buat MoU dengan saya, Pak Kadis dan Walikota ketidaksanggupan pemerintah membangun Jembatan Ciberko. Saya tidak tahu apakah ini pesanan atau tidak,” tegasnya.
Kata Erick, kondisi lalu lintas di Jembatan Ciberko dinilai cukup krodit. Sehingga menyulitkan kendaraan melintas.
“Itu sudah sangat krodit. Dan cukup dibutuhkan oleh masyarakat. Ini usulannya udah 3 kali loh. Di 2020 gagal karena ada recofusing, 2021 masalah pembebasan lahan dan 2022 gak jelas (alasannya). Saya tadi bilang, di 2021 kan udah ada pemenang lelangnya. Kenapa udah ada pemenang lelangnya di 2022 malah enggak jadi? Kalau 2022 gak bisa, berarti di 2021 cacat dong penentuan pemenangnya,” beber Erick. (Ully/Red)

