CILEGON, SSC – Usai Lebaran, Kota Cilegon mulai diserbu manusia gerobak dan pengemis jalanan. Tak tanggung-tangung mereka membawa anak kecil untuk mendapat empati dari para dermawan untuk diberi uang.
Pantauan Selatsunda.com di Jalan Protokol Kota Cilegon, para pengemis dan manusia gerobak ini duduk di trotoar sambil menunggu belas kasih para dermawan.
Salah satunya Sulikah. Perempuan asal Jawa ini mengaku jika sebelum lebaran dirinya sudah berada di Kota Cilegon untuk meminta-minta.
“Lumayan teh bisa ngumpulin Rp 300 ribu dalam sehari. Tapi itu tidak setiap hari,” kata Sulikah kepada Selatsunda.com ditemui di Lampu Merah PCI (Pondok Cilegon Indah),” kata Sulikah,” Rabu (3/5/2023).
Ia menambahkan, jika dirinya harus bersaing dengan para pengemis lain yang menanti sedekah. Ada yang tampak sudah tua, ada yang membawa anak pula.
“Tapi, musuh kami itu hujan sama petugas (Satpol PP). Tapi mau bagaimana lagi. Ya seperti ini cara kami mencari uang,” tambahnya.
Sementara itu, Rina Yustika, pengguna jalan mengaku malu dengan banyaknya pengemis mulai datang ke Kota Cilegon. Bahkan, para pengemis ini datang dengan membawa anak kecil untuk ikut mengemis.
“Kasihan aja lah. Anak kecil diajak buat mengemis. Benar apa enggak anak yang diajak ngemis itu anak kandungnya atau bukan. Tapi semestinya, Pemkot Cilegon bisa melakukan kontrol ke jalan-jalan sehingga tidak ada lagi pengemis dan manusia gerobak.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Cilegon, Nurfatma belum bisa dikonfirmasi melalui pesan singkat whatshapp maupun telepone selurernya. (Ully/red).

