CILEGON, SSC – Anggota Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Walikota Cilegon pada DPRD Cilegon kini berjumlah 8 orang setelah sebelumnya salah satu anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa, Rahmatullah menyatakan mundur dari keanggotaan.
Ketua Panlih, Sihabudin Sibli heran dengan sikap politik yang diputuskan Rahmatullah. Sekalipun panlih telah mengetahui pernyataan pengunduran diri itu dalam rapat sebelumnya, kata Sibli, Rahmatullah semestinya terlebih dahulu berkoordinasi dengan fraksi sebelum mengambil keputusan.
“Anggota panlih itu adalah utusan fraksi. Kan seharusnya tidak memberikan pernyataan mengundurkan diri sebelum dia kembali ke fraksinya, seperti apa. Dan pengunduran dirinya, wong kita panlih saja belum menerima secara tertulis tapi sudah di publish di media,” ujarnya usai menerima berkas bakal calon wakil walikota di Sekretariat Panlih DPRD Cilegon, Kamis (4/4/2019).
Rahmatullah, menurut Sibli, semestinya bisa menjaga etika politik di dalam fraksinya. Karena segala bentuk keputusan seperti halnya pengunduran diri dari keanggotaan harus berdasarkan kesepakatan fraksi.
Baca : Terbentuk, Ketua Panllih Sebut Penetapan Wakil Walikota Sebelum Pemilu 2019
“Makanya saya bilang etika politiknya harus di jaga. Sementara Fraksi Kebangkitan Demokrasi itu adalah fraksi gabungan terdiri dari Demokrat 1 anggota dan PKB 2 anggota,” paparnya.
“Maka kan ini harus diputuskan karena ini mewakili fraksi dan tertulis,” tandasnya.
Terkait jumlah anggota panlih yang berkurang satu, papar Sibli, tidak akan mengganggu kerja panlih. Anggota berjumlah 8 orang dan tidak ada pengganti untuk anggota yang mengundurkan diri.
“Kalaupun secara administrasi (tertulis) itu sudah ditempuh, terkait anggota panlih tidak bisa digantikan karena itu sudah melalui penetapan di paripurna,” terangnya.
Baca juga : Penetapan Wakil Walikota Cilegon Ditarget Sebelum Pemilu, Anggota Panlih Mengundurkan Diri
Soal ada keberatan Rahmatullah atas target kerja panlih yang dikebut sebelum pelaksanaan Pemilu 2019 diselenggarakan, keberatan itu tidaklah berdasar. Rangkaian tahapan pemilihan wakil walikota telah dibicarakan sejak Edi Ariadi menjabat Walikota Cilegon.
“Saya kira kalau dipandang sekarang maraton, ngga juga lah. Karena persiapan sudah lama sebenarmya. Cuman resminya sekarang. Karena penjadwalan ini produk panlih, itu saja,” pungkasnya. (Ronald/Red)

