CILEGON, SSC – Alun-Alun Kota Cilegon dipastikan akan diresmikan bersamaan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Cilegon ke-19 tahun pada 27April 2018 mendatang. Namun, Proyek yang sebelumnya menelan dana bantuan keuangan APBD Banten 2017 senilai  Rp23,8 miliar pada tahap awal pembangunan konstruksi itu, kembali akan menyedot anggaran untuk pemeliharaan secara jangka panjang.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putera mengatakan, pembangunan Alun-alun telah selesai dikerjakan namun kedepan Ruang Terbuka Hijau di lahan eks hellyped PT. Krakatau Steel itu masih membutuhkan anggaran tambahan untuk biaya lainnya. Disebutkan oleh Aziz, biaya itu akan diploting pada APBD Kota Cilegon di 2018 diantaranya terkait dengan biaya pemeliharaan dan biaya tenaga lapangan untuk menjaga alun-alun.

“Enggak dipungkiri setelah proyek pembangunan alun-alun ini selesai dan diresmikan, ada anggaran lain untuk menjaga keberadaannya. Sebab, kalau tidak dipelihara dan dirawat, nantinya akan merusak keberadaan alun-alun dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” kata Aziz saat dikonfirmasi melalui sambungan whatshappnya, Selasa (17/4/2018).

Disinggung mengenai berapa nilai anggaran yang akan dibutuhkan untuk biaya perawatan dan pemeliharaan, Aziz belum dapat menjelaskan secara rinci hal tersebut. Namun anggaran itu dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan Alun-alun secara berkelanjutan.

“Untuk kepastisan anggaran tanya ke Pak Edi (Kepala Bidang Sarana dan Arisitektur). Saya saat ini lagi rapat LKPJ di Bogor,” Paparnya.

Secara mendetail dijelaskan tentang biaya pemeliharaan yang akan digunakan, kata Aziz, anggaran itu mencakup beberapa biaya termasuk penguatan taman kota. Selain itu, penanaman pohon dan bunga taman di median jalan tepatnya di jalur protokol juga dibutuhkan. Sementara pemeliharaan tanaman, pihaknya juga membutuhkan pengadaan unit kendaraan siram dan crane pemotong dahan pohon.

“Untuk pengadaan kendaraan siram dan crane, kalau tidak salah masing-masing Rp 1 miliar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Arisitektur pada DPKP Kota Cilegon Edi Hendarto membenarkan jika masih memerlukan anggaran untuk biaya pemeliharaan dan penjagaan di Alun-alun. Untuk biaya penjagaan, pihaknya membutuhkan 10 orang penjaga untuk menjaga air mancur dan taman.

“Yah kita sih butuh 10 tenaga THL (Tenaga Harian Lepas) untuk alun-alun itu. Karena, nanrtinya petugas ini akan menjaga air mancur dan taman agar tidak dirusak oleh masyarakat. Contoh saja, kalau Rp2,5 juta (biaya bayar tenaga) x 12 bulan x 10 orang maka anggaran yang dibutuhkan sangat besar. Artinya, kalau memang mau alun-alun ini tetap awet dibutuhkan penjaga,” ucapnya. (Ully/red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here