CILEGON, SSC – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon, Damanhuri mengaku jika anggaran bantuan sosial yang dikelola oleh Dinsos mengalami penurunan di 2024 ini. Di mana, pada 2023 lalu, anggaran bansos yang bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Kita Cilegon mencapai Rp 800 juta sementara pada tahun ini mencapai Rp 600 juta per tahun.
“Cuman Rp 600 juta di tahun ini. Sedangkan di 2023 anggaran Bansos mencapai Rp 800 juta per tahun,” kata Damanhuri kepada Selatusunda.com ditemui di kantornya, Senin (15/1/2024).
Damanhuri menambahkan, menyusutkan anggaran ini tidak hanya dialami oleh Dinas Sosial melainkan hampir semua OPD. Meski begitu, ia juga memastikan pada anggran perubahan terjadi penambahan untuk bantuan sosial tersebut.
“Harus ditambah nanti dianggaran perubahan 2024,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kasi Perlindungan Sosial Dinsos Kota Cilegon Wawai mengungkapkan, turunnya anggaran ini, karena memasuki Pemilu 2024. Sehingga berdampak menurunnya anggaran di Dinas Sosial (Dinsos) Cilegon. Anggaran yang diterima ini, akan digunakan untuk membeli kebutuhan, mulai dari, penyediaan makanan (buffer stock) penyediaan sandang dan bantuan untuk kelompok rentan (ibu hamil, lansia dan anak-anak).
“Kebutuhan sandang itu seperti membeli pempres, sambun mandi dan minyak telon. LDP itu untuk pembelian alat peraga yang dikhususkan untuk anak-anak yang trauma heling,” jelas Wawai.
Waway merinci, untuk buffer stock untuk memenuhi kebutuan 3.000 orang, kelompok retan sebanyak 120 orang sedangkan untuk sandang mampu memenuhi 230 (Keluarga Penerima Manfaat).
“Mudah-mudahan cukup daripada ga ada anggaran,” pungkasnya. (Ully/Red)

