Badan Reserse Kriminal Mabes Polri mengelar kasus perkara dugaan pendistribusian gula rafinasi ilegal di PT Permata Dunia Sukses Utama (PDSU), Kota Cilegon. Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Badan Reserse Kriminal Mabes Polri mengungkap kasus dugaan pendistribusian gula rafinasi ilegal di PT Permata Dunia Sukses Utama (PDSU), Kota Cilegon. Kasus itu menyeret salah seorang tersangka KPW yang diketahui mendistribusikan gula itu dengan memalsukan izin edar kuota 6 ribu ton menjadi 60 ribu ton.

Hal ini disampaikan oleh Wadir Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Daniel Tahimonang Silitonga saat menggelar kasus perkara di PT PDSU, Cilegon, Kamis (20/9/2018).

“Menangkap seorang tersangka yang melakukan mark up atau melakukan pemalsuan dari seharusnya 6 ribu izin yang dia dapatkan, kuota dari izin itu 6 ribu dirubah menjadi 60 ribu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kombes Daniel mengatakan, kasus tersebut bermula diungkap dari adanya laporan masyarakat yang mendapati gula kristal ini diperjual belikan secara bebas. Gula rafinasi dipasarkan beberapa daerah baik di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Dari hasil pengungkapan, polisi mengamankan gula rafinasi siap kirim sebanyak 340 ton dari PDSU dan di Jatim dan Jateng sebanyak 100 ton.

“Yang kita amankan di sini yang belum terkirim itu ada sekitar 340 ton tapi yang di Jawa kita amankan sekitar 100 ton yang ada di toko-toko atau di warung ataupun di tempat penjualan,” tandasnya.

Untuk memuluskan aksi, sambungnya, tersangka bekerja sama dengan TW dari PT PDSU dan ES dari PT MT memenuhi kuota gula dengan dasar izin edar yang dipalsukan itu.

“Oleh karena itu diberikanlah oleh pabrik ini dan ternyata diselewengkan bukan ke industri-industri tapi juga ke konsumen-konsumen,” paparnya.

Hingga saat ini, Bareskrim dengan melibatkan Kementerian Perdagangan masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap adanya keterlibatan tersangka lain.

“Nanti akan kita umumkan berikutnya untuk itu (tersangka lain) masih kita lakukan pendalaman lebih lanjut,” pungkasnya (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here