CILEGON, SSC – Unit Pelayanan Teknis (UPT) Samsat Kota Cilegon bersama Satlantas Polres Cilegon menggelar operasi pajak kendaraan terhadap pengendara di Kawasan Bonakarta, Kota Cilegon, Jumat (12/7/2019). Kegiatan ini dilakukan untuk menggenjot pendapatan pajak kendaraan yang mana pada pertengahan 2019 masih belum mencapai target.

Kepala UPT Samsat Kota Cilegon, Supriadi mengatakan, dari data triwulan II di tahun 2018, realisasi pendapatan pajak kendaraan sesuai harapan atau mencapai 50 persen. Namun pada 2019 di periode yang sama, realisasi pendapatan masih belum sesuai target. Pencapaian pendapatan pajak kendaraan baru terealisasi 47 persen.

Belum optimalnya pencapaian itu, papar dia, disebabkan oleh beberapa hal. Diantaranya pada periode itu bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan pemilu serentak dan gejolak PT Krakatau Steel.

“Karena dua faktor ini, target pendapatan di triwulan II belum tercapai target. Biasanya, di triwulan II 2018 tercapai 50 persen atau mencapai Rp 102 miliar. Sementara di triwulan II 2019 tercapai 47 persen atau mencapai Rp 90 miliar,” kata Supriadi kepada awak media usai kegiatan, Jumat (12/7/2019).

Sebagai institusi yang berkewenangan mengelola pendapatan pajak kendaraan, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk merealisasikan target yang ditetapkan. Karena pda tahun 2019, Samsat Cilegon menargetkan pendapatan pajak kendaraan bermotor sebesar Rp 207 miliar.

“Bagaimana caranya juga, kami bertanggung jawab agar pendapatan target pajak kendaraan bisa teralisasi. Untuk memperoleh realisasi ini, kita bekerja sama dengan Polres Cilegon untun menggelar kegiatan razia kendaraan bermotor ini,” tambahnya.

Dengan operasi yang melibatkan Satlantas Polres Cilegon, pendapatan pajak kendaraan diharapkan dapat ditingkatkan. Upaya ini hanya satu dari berbagai upaya lain yang sudah dilakukan pihaknya. Untuk mengenjot pendapatan, Samsat Cilegon juga melakukan ekstensifikasi. Cara itu dilakukan dengan petugas samsat mendatangi rumah dan ke dealer kendaraan mengajak masyarakat membayar pajak kendaraan.

“Untuk menjemput bola, kita lakukan door to door atau rumah-rumah. Ini dilakukan, agar pendapatan pajak kendaraan dapat tercapai,” ucapnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here