CILEGON, Selatsunda.com – Upaya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon mengolah sampah menjadi nilai manfaat terus dilakukan. Kali ini, DLH Cilegon akan melakukan pengolahan sampah perusahaan dan industri di Kota Cilegon. Pasalnya, sampah dari perusahaan dan industri jika dikelola baik akan berpotensi menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Cilegon.
Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cilegon, Azis Setia Ade Putra mengatakan, sejauh ini sampah yang dihasilkan perusahaan/industri belum dikelola optimal. Untuk menghasilkan PAD, DLH akan melakukan pembinaan kepada perusahaan/industri untuk mengurus izin pembuangan sampah ke TPSA Bagendung.
“Selama ini kan kita tidak tahu para industri ini buang sampahnya di mana. Justru sampah mereka (industri) ini mampu menghasilkan PAD. Kalau mereka buangnya ke TPSA Bagendung pasti ada surat izinya. Dan saat ini (LH Cillegon) tengah mendata perushaan yang ada di Cilegon untuk kita lakukan pembinaan. Supaya mereka bisa mengurus perizinan pembuangan sampah ke TPSA Bagendung dari situlah, kita bisa menghasilkan potensi PAD,” kata Azis kepada Selatsunda.com, Selasa (15/11/2022).
Sejauh ini, Azis menjelaskan, terdapat 3 sumber PAD dari retribusi sampah yaitu industri, rumah tangga dan pasar. Dengan besaran retribusi yang dipungut untuk industri sebesar Rp 85.000 per kibik, rumah sebesar Rp 20.000 per kibik dan pasar sebesar Rp 1.000 per kibik,.
“Untuk yang bersumber dari industri itu terdiri dari tempat usaha, pelaku usaha, hotel dan restoran. Sedangkan jika bersumber dari developer perumahan yang sudah tertata. Sementara yang bersumber dari pasar bersumber dari lapak milik pedagang,” terangnya.
Azis menerangkan, pihaknya menargetkan PAD dari sampah sebesar Rp 2,8 miliar. Sejak Januari-Oktober 2022, pendapatan yang sudah tercapai mencapai Rp 2,6 miliar tersisa Rp 200 juta.
Target PAD yang tersisa sebesar Rp 200 juta itu, kata Azis, diperkirakan bersumber dari sampah industri. Maka untuk mencapai itu, pihaknya akan menggenjotnya dan akan turun melakukan sosialisasi ke perusahaan/industri.
“Saat ini target baru 80 persen, sisa 20 persen belum tercapai. 20 persennya berada di industri. Kedepan, DLH akan melakukan sosialisasi dengan memanggil pelaku industri dan perusahaan,” pungkasnya. (Ully/Red)

