Suasana kapal saat sandar dan labuh di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon. (Foto Dokumentasi)

CILEGON, Selatsunda.com – Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Provinsi Banten, Handjar Dwi Antoro mengatakan, jumlah penumpang yang akan menyeberang di Pelabuhan Merak selama liburan Natal dan Tahun Baru 2023 diprediksi akan mengalami kenaikan 15 persen dibanding Tahun 2019 lalu.

“Prediksi kami dibandingkan Tahun 2019 saat itu belum ada Covid-19, 2023 ini kami memprediksi akan ada kenaikan sekitar 10-15 persen dari Tahun 2019 pada momentum Nataru,” ujar Handjar, Belum lama ini.

Handjar mengungkapkan, BPTD Banten seiring dengan prediksi ini juga telah memetakan prediksi puncak Libur Natal dan Tahun Baru 2023. Untuk Libur Natal, pihaknya memprediksi akan terjadi pada tanggal 23-24 Desember 2022. Sementara puncak libur Tahun Baru 2023 diperkirakan terjadi tanggal 30 Desember 2022.

“Prediksinya pada tanggal 23-24 Desember itu adalah puncaknya di momen Natalnya. Untuk Tahun Barunya di tanggal 30 Desember puncaknya dari Merak,” terangnya.

Sebelumnya, BPTD Banten mulai melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru 2023. Salah satunya, kapal-kapal yang melayani penyeberangan di Pelabuhan Merak telah menjalani ramp check.

Ada dua pemeriksaan kelaikan yang telah dijalani di Pelabuhan Merak. Keduanya itu memeriksa kelaikan kapal penyeberangan dan sarana dan prasarana di pelabuhan. Menyangkut ramp check kapal, BPTD Banten memeriksa sebanyak 64 kapal yang tersedia di Pelabuhan Merak-Bakauheni.

Baca juga  KPU Cilegon Beri Santunan Rp 42 Juta Kepada Keluarga Anggota KPPS yang Meninggal Dunia

“Kapal yang di ramp check totalnya ada 64 kapal, ada beberapa yang masih docking. Jadi dari 64 kapal bagi 2, ada yang di ramp chekc di Merak dan sebagian tugas BPTD Lampung Bengkulu di Bakauheni,” ujar Handjar, Jumat (11/11/2022).

Sejauh ini, ramp check kapal sudah hampir rampung. Hanya tinggal beberapa kapal saja yang masih dalam proses uji kelaikannya.

“Semua ramp check di BPTD Banten sudah 100 persen. Sisanya di BPTD Lampung, mungkin tinggal beberapa kapal lagi,” tuturnya.

Selain melakukan uji kelaikan kapal, BPTD Banten juga tengah menyiapkan skema pengoperasikan kapal-kapal besar manakala pada saat Angkutan Nataru 2023 terjadi kepadatan. Dari 64 kapal yang tersedia, 60 persen diantaranya kapal-kapal berkapasitas besar yang akan disiapkan saat Nataru nanti.

“Kita di saat Nataru akan menggunakan pola padat. Tidak ada lagi pola normal, sedang dan padat. Saat ini (sebelum Nataru) pola normal tapi saat Nataru, kita langsung pakai pola padat. Artinya kita mengerahkan kapal-kapal besar. Kapal kecil sementara tidak dioperasikan dulu. Kapal besar jumlahnya 60 persen lah,” terangnya.

Baca juga  Satu Anggota KPPS di Kota Cilegon Dikabarkan Meninggal Dunia

Handjar menyatakan, persiapan dan skema ini baru sebatas persiapan awal yang dilakukan di internalnya menghadapi angkutan Nataru 2023. Dalam waktu dekat, BPTD Banten akan melakukan rapat koordinasi dengan stakeholder membahas banyak hal berbagai persiapan. Baik menyangkut pengecekan tiket, pendirian pos pelayanan terpadu, pengaturan arus lalu lintas baik di jalan arteri, jalan tol hingga masuk pelabuhan.  Kemudian pembahasan nanti juga menyangkut opsi pengoperasikan 3 pelabuhan barang di Banten ketika Pelabuhan Merak terjadi antrean.

Begitu juga hal penting lainnya mengenai sosialisasi masif pembelian tiket elektornik Ferizy. Karena dari arahan Kemenhub, pengguna jasa yang menyeberang harus sudah memiliki tiket sebelum masuk ke Pelabuhan.

“Ticketing ada kebijakan dari pusat diupayakan kendaraan yang masuk itu sudah bertiket, strateginya apakah akan cek poin di cikuasa atas atau yang belum memiliki tiket akan dibalik kanankan atau akan dilayani disitu. Karena pengalaman dahulu mereka yang belum memiliki tiket memaksa untuk masuk dan akhirnya penumpang seolah-olah antre berjam-jam padahal dia tidak bertiket,” terangnya. (Ronald/Red)