CILEGON, SSC – Sebanyak 131 Pedagang Kaki Lima (PKL) liar yang berjualan di Pasar Merak ditertibkan. Penertiban yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Cilegon itu  dilakukan pada Rabu (4/7/2018) pagi. Penertiban pedagang berlangsung dengan lancar tanpa perlawanan.

Kepala Disperindag Kota Cilegon Dikrie Maulawardhana mengatakan, penertiban yang dilakukan ini, lantaran keberadaan PKL telah menganggu ketertiban dan kenyamanan penjalan kaki. Sebab, tempat yang dijadikan PKL untuk berjualan berada di pinggir jalan raya.

“Makannya kami tertibkan PKL liar ini. Keberadaan para PKL liar ini sudah menganggu pejalan kaki dan menganggu estetika pejalan kaki,” kata Dikrie kepada Selatsunda.com saat dikonfirmasi melalui sambungan telpone selurernya.

Para Pedagang yang ditertibkan itu,  kata Dikri, akan dipindahkan ke bagian belakang pasar. Hal itu dilakukan supaya jalan yang dilalui masyarakat tidak terganggu.

“Kita (Disperindag) sudah siapkan lost pedagang yang di berada di belakang pasar. Nantinya, tidak ada lagi pedagang yang kembali berjualan di depan pasar,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi pedagang kembali berjualan di depan, Dikrie meminta bantuan kepada pihak Satpol PP Kota Cilegon dengan dibantu Polsek Pulomerak untuk melakukan pengamanan terhadap PKL yang nakal.

“Kita udah minta pihak Satpol PP dan Polsek Pulomerak untuk mengamankan pedagang untuk tidak kembali berjualan di depan. Bila ada pedagang yang melawan, ia meminta agar pihak terkait bisa melakukan penertiban terhadap PKL,” ucapnya.

Ia mengapresiasi PKL yang menerima proses penertiban tanpa menimbulkan kegaduhan. Sebab ia tak menampik bahwa penertiban PKL di lokasi lain kerap menuai emosi pedagang yang berujung bentrok.

“Ada kesadaran dari para pedagang. Jauh hari sudah disosialisasikan, teguran, setelah itu juga tidak langsung eksekusi, tapi lebih pada pendekatan dulu,” tungkasnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here