CILEGON,  SSC – Serbuan baja impor Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ke Indonesia kian mengkhawatirkan bahkan hal itu menjadi persoalan besar bagi produsen baja nasional tak terkecuali perusahaan baja  PT Krakatau Steel Tbk. Bahkan adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan RRT yang mulai memanas turut dikhawatirkan akan menganggu roda bisnis perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada di Kota Cilegon itu.

“Yang dikhawatirkan oleh industri baja domestik adalah jika produk baja China dihalangi masuk AS, ada kemungkinan besar China mengalihkan alokasi ekspor baja ke AS ditambahkan ke alokasi ekspor ke Asia tenggara termasuk Indonesia,” ungkap Corporate Secretary KS, Suriadi Arief, dikonfirmasi lewat pesan singkat,  Rabu (4/7/2018).

Indikasi pengalihan baja impor RRT ke Indonesia sebagai imbas perang panas dengan AS,  kata Suriadi,  dikhawatirkan dapat terjadi.  Apalagi sebagian besar baja yang dikhawatirkan akan masuk itu patut diduga dilakukan dengan cara perdagangan yang tidak wajar (unfair trade).

Diketahui,  Dari data yang dilansir PT KS dengan mengutip sumber dari South East Asia Iron and Steel Institute (SEAISI),  volume impor baja paduan dari RRT pada kuartal pertama 2018 telah mencapai 250.783 juta ton.  Jumlah itu naik 59 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 157.528 juta ton. Sementara di negara – negara Asean lainnya baik Filipina,  Malaysia, Singapura,  Thailand dan Vietnam,  volume impor baja mengalami penurunan

“Kalau pengalihan ekspor China terjadi, kemungkinan besar masuk ke Indonesia berupa baja paduan karena di baja carbon masih ada bea masuk anti dumping. Kalau ini terjadi patut diduga terjadi circumvention (pengalihan nomor HS) sehingga bebas dari bea masuk.  Sementara di China eksportirya menikmati tax rebate dari pemerintah China. Kalau ini terjadi maka ada unfair trade, ” paparnya.

Oleh karena itu, KS meminta pemerintah dapat secepatnya mengevaluasi kebijakan terkait ketentuan impor baja.  Menurutnya, serbuan baja China itu harus dicegah salah satunya dengan menegakkan aturan-aturan peningkatan penggunaan produksi dalam negeri (P3DN) dan prasyarat tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Dengan begitu,  produk baja domestik diproduksi dan ditingkatkan KS dan produsen baja lainnya di Indonesia, dapat terlindungi.

“Preventive-nya dengan menegakkan aturan-aturan P3DN dan prasyarat TKDN yang intinya mengharuskan penggunaan produk domestik untuk yang sudah bisa diproduksi,” tandasnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here