Seekor Pari Manta, biota ikan yang dilindungi ditemukan nelayan di Perairan Pulau Tunda, Kabupaten Serang, belum lama ini. Foto Istimewa

SERANG, SSC – Ikan berjenis Pari Manta ditemukan nelayan di Perairan Pulau Tunda, Kabupaten Serang. Biota laut yang dilindungi ini ditemukan dalam keadaan lemas saat nelayan tengah memancing ikan di perairan.

Kejadian tersebut diceritakan seorang pemandu wisata di Pulau Tunda, Aimanudin. Ia menceritakan, pari manta ditemukan oleh nelayan Pulau Tunda pada Minggu (31/5/2020) pukul 14.00 WIB. Saat kejadian, ikan tersebut mendekati kapal nelayan yang hendak arah pulang dari memancing. Nelayan yang melihat langsung mengangkat pari manta keatas kapal dan membawa ke Pulau Tunda. Ia yang berada di lokasi pantai langsung mengecek temuan nelayan. Terlihat kondisi pari manta dalam keadaan lemas.

“Saat itu saya langsung mendekati dan mengecek ikan yang didapat nelayan, karena mereka senang mendapat ikan besar. Setelah dicek, ikan itu, ikan pari manta. Kondisinya dalam keadaan lemas sejak dibawa keatas kapal,” ujar Aimanudin dikonfirmasi, Kamis (4/6/2020).

Ia dan nelayan kemudian menurunkan ikan besar tersebut dari kapal dan selanjutnya mengecek kondisi kesehatan. Penemuan itu juga langsung dilaporkannya kepada Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Serang, sebagai otoritas laut yang berwenangan di wilayah Banten. Dari arahan otoritas sebagaimana tertuang SK Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 4 tahun 2014 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Pari Manta, LPSPL Serang meminta kepadanya dan para nelayan untuk melepas pari manta karena ikan tersebut merupakan biota yang dilindungi.

“Waktu itu saya meminta ke nelayan untuk diturunin ke air. Akhirnya kami angkat dan turunin. Kemudian kita cek kesehatannya dibawa ke perairan dangkal akhirnya manta berenang. Dan kemudian saya bawa ke tepi dan konfirmasi ke Loka PSPL Serang. Setelah mendapat imbauan, kita diminta untuk melepas pari manta ke tengah laut,” ujarnya.

Pria yang disapa Emen ini saat mengecek fisik tubuh pari manta dalam kondisi lemas. Pada tubuh ikan dengan lebar mencapai 1,8 meter dan berat sekitar 25 kilogram tepat di bagian mata sebelah kiri terdapat luka memar dan mulut bagian depan terdapat luka lecet.

“Dugaannya, luka ikan itu luka lama dan mungkin terluka alami. Yang pasti luka pari manta itu, tidak terjadi saat ditemukan,” ungkapnya.

Keberadaan pari manta dari informasi nelayan setempat, kata dia, bukan kali pertama ditemukan. Pengakuan nelayan dari sejak dulu melaut di Perairan Pulau Tunda kerap menemukan pari manta. Kemunculan ikan tersebut di Peraian Pulau Tunda dinilainya sebagai fenomena langka yang pertama kali ditemukan dan tertangkap visual ponselnya.

“Dari komunikasi saya dengan nelayan setempat, dari dulu pun, pari manta seperti ini ada. Kebetulan kemarin ditemukan, kita angkat dan lepaskan. Jadi ini bukan kali pertama,” bebernya.

Sebagai penggiat wisata bahari di Banten, ia menyampaikan kepada nelayan tentang biota pari manta. Nelayan diedukasi agar dapat bersama-sama menjaga dan melindungi keberadaan pari manta dan biota laut dilindungi lainnya di Banten.

“Saat itu, saya langsung memberi edukasi kepada nelayan, kalau pari manta ini biota laut yang dilindungi, hewan yang dilindungi undang-undang,” pungkasnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here