Warga di Perbukitan Gunung Batur, Kota Cilegon antre mendapatkan air bersih dari tetesan yang keluar disela-aela bebatuan di sungai. (Foto Dok Istimewa)

SERANG, SSC – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) di Kota Serang memprediksi puncak kemarau di sejumlah wilayah di Provinsi Banten masih akan terjadi hingga akhir September 2020.

“Sebagian wilayah di Banten, yakni Tangerang dan Tangerang Selatan puncak kemarau sudah terjadi pada Agustus 2020 lalu. Sedangkan untuk wilayah lainnya, diprediksi puncak musim kemarau akan usai pada akhir September 2020,” kata Kepala Bidang (Kabid) Data dan Informasi (Datin) Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Klas II Tangsel, Sutiyono, saat dihubungi melalui telepon, Selasa (1/9/2020).

Baca : Warga Pulomerak Mulai Alami Krisis Air Bersih

Ia menambahkan, siklus musim kemarau biasanya terjadi mulai dari bulan April dan berakhir pada bulan September. Diprediksi pada Oktober hingga Maret mendatang akan terjadi peralihan ke musim penghujan.

Baca juga  Tak Serahkan PSU, Pengembang Perumahan di Kota Serang Terancam Sanksi Pidana

“Itulah kenapa kami memprediksi musim kemarau di Banten berlangsung pada April hingga September serta curah hujan yang terjadi selama 3 dasarian(10 harian) berturut turut di bawah 50 mm. Sementara untuk musim hujan sendiri, baru bisa diprediksi diakhir September ini,” tambahnya.

Dalam menghadapi musim kemarau, BMKG mengimbau agar pemerintah daerah (Pemda) setempat bisa mengantisipasinya terutama masalah krisis air saat kekeringan. Menurutnya, penyediaan air bersih sangat diperlukan bagi warga yang terdampak kekeringan.

“Para pemangku kepentingan dapat lebih optimal melakukan penyimpanan air pada musim hujan ini untuk memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya di masyarakat melalui gerakan menadah air hujan,” pintanya.

Baca juga  Diduga Rem Blong, Truk Pengangkut Cairan Kimia Terguling di SPBU Grogol

Pihaknya juga mengajak kepada masyarakat untuk menyiapkan wadah untuk menampung air saat terjadi hujan.

“Seluruh lapisan masyarakat diharapkan bisa memanfaatkan air hujan yang turun untuk kebutuhan air baku, sehingga tidak terjadi kekeringan,” ucapnya. (Ully/Red)