Satreskrim Polres Cilegon menggelar pengungkapan kasus perkara miras impor oplosan di Mapolres Cilegon, Kamis (8/11/2018). Dalam pengungkapan ini, 5 orang pelaku ditetapkan sebagai tersangka. Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Satuan Reserse Kriminal (Satserse) Polres Cilegon berhasil menangkap BY, Bos minuman keras (miras) impor oplosan di Lingkungan Glereng, Kelurahan Randakari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Selain BY, polisi juga menangkap 4 tersangka lain yang menjadi pelaku jaringan pengedaran miras palsu ini ke sejumlah tempat hiburan malam di Cilegon.

Dalam ekspos pengungkapan kasus perkara yang digelar di Mapolres Cilegon, Kamis (8/11/2018), salah satu tersangka ER mengaku, mengedarkan miras impor oplosan ke sejumlah tempat hiburan malam di Cilegon seperti Lounge Modern, Amigos dan Danau Mas yang didapatnya dari BY.

“Kita edarkan ke seputaran tempat hiburan cilegon. Seperti di LM, ada juga di Danau Mas dan Amigos. Sisanya kita (transaksi) di jalan raya,” ungkapnya.

Modus jual beli miras impor oplosan ini, kata ER, dilakukan dengan menggunakan pekerja di internal tempat hiburan malam. Miras dijual saat ada pemesanan dari pihak di dalam tempat hiburan malam.

“Itu sesuai kebutuhan mereka, jual putus. Jadi mereka order, langsung kita kirim. Itu dari permintaan. Dijual dari Rp 100.000 sampai Rp 120.000,” ujarnya.

Sementara Bos miras BY mengaku, dirinya menggunakan ER dan tiga tersangka lain untuk mengedarkan miras racikannya. Dari satu botol yang dijual kepada 4 tersangka ini sebelum diedarkan, BY mengaku mendapat Rp 60.000.

“Kita jual ke anak buah itu Rp 60.000 perbotol. Sehari (miras impor oplosan) bisa dibuat 40 sampai 60 botol. Kalau sepi 10 sampai 20 botol,” ujarnya.

Sebelum didistribusikan, BY mengaku, miras diracik terlebih dahulu dengan memakai sejumlah bahan yang difomulasikan. Miras diracik seperti produk asli miras keluaran impor sejumlah merek. Pelaku juga menggunakan botol bekas miras impor untuk mengemasnya.

“Ini dengan (dicampur) alkohol, air putih 5 liter, kratingdieng 5 buah, coca cola 5 botol, fanta 1 botol. Diadu rata kemudian disaring dimasukan ke botol bekas miras impor. Ditutup rapi dengan penutupnya dibungkus plastik. Kemudian kita memanaskan air, untuk merekatkan plastik. Kalau untuk botol bekas, kita dapat dari Jakarta,” ujarnya merinci proses racikan.

Sementara Wakapolres Cilegon, Kompol Fredya Triharbakti mengatakan, pengungkapan kasus dugaan peredaran miras impor oplosan ini awalnya diperoleh dari laporan masyarakat. Penyidik kemudian melakukan pengembangan selama 1 bulan. Setelah mendapatkan sejumlah petunjuk, lima tersangka ini langsung ditangkap.

“Ada 5 yang kita tangkap. Yang pertama adalah bosnya. Kedua bagian marketing dan yang ketiga bagian peracik, pengoplos dan pelaku lainnya,” ujarnya.

Dalam penangkapan sekaligus operasi yang dilakukan Mapolres, petugas mengamankan sekitar 500 botol miras dari berbagai merek baik dari tangan tersangka dan tempat hiburan malam.

“Kita amankan 500 botol dari berbagai merek. Memang ada beberapa yang tidak menjadi bagian dalam oplosan itu,” tandasnya.

Kelima tersangka, lanjut Wakapolres, akan dijerat dengan Undang – undang Pangan, Undang – undang Perlindungan Konsumen dan Undang – undang Perdagangan. Tersangka diduga melanggar aturan tersebut dan terancam di hukum serendah-rendahnya 5 tahun penjara dengan denda Rp 10 miliar. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here