Aksi masa buruh menyerbu Kantor Walikota Cilegon menuntut kenaikan UMK (Upah Minimum Kerja) 2022,” Selasa (26/10/2021). Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Buruh di Kota Cilegon yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Cilegon menggelar aksi demonstrasi di Depan Kantor Walikota Cilegon, Selasa (26/10/2021).

Para demonstran datang menuntut Walikota Cilegon, Helldy Agustian untuk menggeluarkan rekomendasi kenaikan UMK (Upah Mininum Kota) Cilegon 2022 sebesar 10 persen.

“Kami (buruh) mendesak agar walikota Cilegon (Helldy Agustian) untuk menaikan UMK 2022 Kota Cilegon sebesar 10 persen dan UMSK (Upah Minimum Sektoral) 2022 mencapai 13 persen,” kata Pimpinan Cabang FSPMI Kota Cilegon Erwin Supriadi kepada Selataunda.com ditemui di Kantor Walikota.

Ia menambahkan, selama 2 tahun (2019-2020) Pemkot Cilegon tidak pernah mengabulkan kenaikan UMK dan UMSK yang diajukan para buruh.

Baca juga  Cuaca Buruk Sebabkan Bongkar Muat Kapal di Pelabuhan Merak Tak Sesuai Jadwal

“Sudah 2 tahun hak-hak kami (buruh) tidak dikabulkan. Ini hak kami. Sama aja Pemkot Cilegon telah dzolim ke para buruh. Dan harus kami tindaklanjuti seperti ini,” tambahnya.

Menurutnya, perusahaan dan industri di Cilegon mampu merealisasikan keinginan para buruh dengan menaikan UMK dan UMSK.

“Industri dan perusahan di Cilegon bisa bayar tuntutan kita ini. Karena selama dua tahun tuntutan kami tidak pernah direalisasi oleh pemerintah. Kami tuntut keinginan bukan tanpa alasan,” ujarnya.

Ia mengaku, pada tuntutan lalu, para buruh meminta kenaikan UMK sebesar 7 persen. Tetapi kenaikan tersebut hanya terealisasi sebesar 3 persen.

“Enggak wajar ajalah naiknya hanya 3 persen saja. Mereka (pemerintah) beralasan karena harus mengikuti inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Kami berharap di 2022, UMK dan UMSK Cilegon sesuai dengan tuntutan kita,” pungkasnya.

Baca juga  Mobilitas Kerja Tinggi, Anggota Dewan di Cilegon Berpotensi Terserang Penyakit Jantung dan Kolesterol

Sementara itu, Asda II Setda Kota Cilegon, Ujang Iing menyatakan akan menyampaikan persoalan buruh ini ke Walikota Cilegon, Helldy Agustian dan akan mengatur waktu untuk bertemu buruh dan walikota.

“Iyah nanti saya akan minta Pak Walikota untuk bertemu mereka (buruh). Karena tuntutan buruh ini yang bisa mengambil keputusan ada di walikota,” pungkas Iing. (Ully/Red)