Seorang Sopir Ojol Kota Serang saat menarik penumpang, Jumat (3/7/2020). Foto Ajat/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Pandemi Covid-19 membuat mata pencaharian sebagian masyarakat di Kota Serang terimbas. Semenjak merebak dan hingga kini belum mereda, pandemi Covid-19 berpengaruh besar pada pendapatan masyarakat.

Karyana Rohadi (46) adalah salah satu warga Kota Serang yang begitu merasakan dampak pandemi Covid-19. Pendapatan dari sopir ojek online ini turun drastis. Pemasukannya selama 4 bulan saat pandemi Covid-19 merebak menjadi menurun 20 hingga 40 persen.

“Dulu sebelum ada pandemi, sehari bisa sampai 17 order saya masih dapet. Ini paling 8 order sampai jam 11 malam,” ujarnya
ditemui saat menunggu orderan penumpang di Jalan Soedirman, Ciceri, Jumat (3/7/2020).

Karyadi yang sudah bekerja sebagai Driver ojol selama 3 tahun memaklumi masyarakat kurang meminati untuk menggunakan jasa ojol karena khawatir akan pandemi. Meski dia sudah memperhatikan protokol kesehatan saat bekerja.

Baca juga  PT Krakatau Posco Tingkatkan Mutu Pendidikan di Kota Cilegon

“Kan pakai jarak kalo duduk. Diri saya dan motornya juga sering dibersihkan, pakai masker juga. Saya ikuti juga protokol kesehatan,” terangnya.

Kata pria kelahiran Karawang ini, memang bukan hanya penumpang yang khawatir tertular. Ia pun kerap merasa hal yang sama.

Sebagai tulang punggung keluarga, dia tetap melakoni pekerjaannya mencari penumpang
Itu dilakukan demi menghidupi istri dan anaknya.

“Khawatir ada cuma kan saya sebagai kepala keluarga jadi dilawan aja takutnya. Saya masih punya anak kelas 5 SD yang perlu dibiayai. Dan di Serang juga kan saya kira sedikit aman. Ketimbang di daerah lain kayak Tangerang, jadi yach lanjut aja narik penumpang,” tungkasnya. (MG-01)