Plang check point terpasang di pintu keluar Gerbang Tol Serang Timur, Kota Serang. (Foto Dokumentasi)

SERANG, SSC – Legislatif dan eksekutif Kota Serang beda pendapat terkait dengan rencana meniadakan pencegahan penularan Covid-19 dengan cara melakukan pemeriksaan pengendara di sejumlah pos titik pemeriksaan (check point).

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang, Budi Rustandi tidak sepakat jika eksekutif menghilangkan pos check point pada PSBB lanjutan.

Untuk diketahui, PSBB tahap pertama dilaksanakan dari tanggal (10/9/2020) sampai (24/9/2020). Salah satu upayanya dengan pengecekan di pos check point. Pemkot Serang kemudian memperpanjang PSBB dari Senin, (28/9/2020) hingga Minggu, (11/10/2020).

“Saya tidak sepakat, PSBB ya harus ada check point. Itu kan sudah di rapatkan kemaren, ada check pointnya,” ujar Budi Rustandi kepada awak media di ruang kerjanya, Senin (28/9/2020).

Baca juga  PT Krakatau Posco Tingkatkan Mutu Pendidikan di Kota Cilegon

Menurutnya, pendirian pos check point cukup penting mencegah penyebaran Covid-19. Itu harus dilakukan karena dinilai sebagai upaya mencegah masuknya virus Corona di Kota Serang dari aktivitas keluar masuk pengendara.

Dalam impelementasinya, kata Budi, eksekutif dinilai kurang tegas dalam memberi sanksi kepada pelanggar. Semestinya pemerintah tegas kepada pelanggar protokil Covid-19.

“Kan pembatasan, aturannya di perketat lagi lebih tegas. Nanti saya ke Pemkot menyampaikan OPD terkait yang tidak melakukan itu,” tegasnya.

Sementara itu, Walikota Serang, Syafrudin beralasan, dihilangkannya pos check point karena dianggap tidak efektif. Selain itu, kebijakan itu kurang tepat karena kasus Covid-19 di Kota Serang tidak menurun.

“Saya berpendapat, lebih baik Pemkot memberikan sosialisasi kepada masyarakat, memberikan pengertian kepada masyarakat untuk menaati protokol kesehatan,” ujar Syafrudin.

Baca juga  Pelantikan Sekda Kota Serang Tunggu Persetujuan KASN

Ia menyampaikan, penanganan Covid-19 akan lebih efektif jika pola tracking kepada masyarakat yang kontak langsung dengan pasien Covid-19 intens dilakukan. Maka dari itu, penyemprotan disinfektan di tempat pasien Covid-19 akan difokusoan kembali.

“Kami mengupayakan, pertama tracking pasien Covid-19 semuanya. Nanti anggaran untuk check point kita alihkan untuk penyemprotan di tempat yang terpapar,” tandasnya.(SSC-03/Red)