20.1 C
New York
Selasa, Mei 12, 2026
BerandaPemerintahanCilegon Kekurangan 2.975 APD untuk Penanganan Virus Corona

Cilegon Kekurangan 2.975 APD untuk Penanganan Virus Corona

-

CILEGON, SSC – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon sekaligus Plt Dirut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon menyebut petugas medis di Kota Cilegon kekurangan sebanyak 2.975 Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan virus corona (Covid-19). Pasalnya, Cilegon hanya menerima kebutuhan APD dari Dinkes Provinsi Banten hanya 25 APD. Sementara untuk masker N95 sebanyak 25 biji dan masker bedah sebanyak 9.500 lembar.

“Selasa kemarin kita (Cilegon,red) hanya menerima dari pemerintah pusat melalui Dinkes Provinsi Banten sebanyak 25 APD. Untuk jumlah 25 APD itu cukup kurang lah dari pengajuan kita (Pemkot Cilegon,red) sebanyak 3.000 APD,” kata Arriadna terkonfirmasi,” Kamis (26/3/2020).

Menurut Nana sapaan akrabnya, total 25 AKD yang diterima oleh pemerintah pusat tersebut sangat kurang. Di mana, untuk satu shif petugas ada 10 petugas. Dan beberapa petugas ada yang menggunakan masker N95 dan ada pula petugas kesehatan yang menggunakan masker biasa.

“Karena kekurangan APD maupun masker N95 dan masker biasa ini, kita pun meminta sumbangan dari atas, bawah, samping bawah, belakang untuk memberikan bantuanya kepada kami. Kemarin memang ada dari Jakarta mau “ngasih” barangnya ke kita, tapi gimana? Memang barangnya susah. Uang ada tapi kalau barangnya susah didapat harus gimana,” ujar Nana.

Atas kondisi tersebut, Kadinkes meminta kepada Menteri Perdagangan RI untuk mengendalikan harga khususnya untuk penjualan APD maupun kebutuhan lain terkait virus corona di pasar.

“Jangan biarkan kita (Tim Medis) tanpa pelindung diri. Saya minta Menteri Perdagangan dapat memenuhi kebutuhan barang tersebut jaga harga tetap terkendali. Bagaimana kita bisa proteksi diri jika pelindung diri untuk kami susah dicari. Nanti jika kita enggak melayani salah juga sedangkan pelindung untuk kami aja tidak ada,” keluh Nana.

Nana menjelaskan, apabila ditemukan pasein yang mengalami gejala serupa suspek covid-19, pasein tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan screening oleh petugas kesehatan. Screening ini dilakukan, untuk memastikan apakah pasien yang mengalami demam yang tinggi serupa dengan virus covid-19 memamg positif virus corona.

“Sesuai aturan dan protab dari pusat, apabila ada kondisi seperti ini, pasein langsung dilarikan ke rumah sakit untuk langsung di screening oleh petugas kesehatan. Untuk petugas kesehatan yang membawa pasein pun diwajibkan untuk mengunakan APD yang lengkap. Dan perlu diingat, APD yang digunakan hanya sekali dipakai tidak bisa berulang kali digunakan,” pungkasnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -DEWAN 2