CILEGON, SSC – Kota Cilegon dipilih sebagai tuan rumah Pelaksanaan ASEAN Regional Disaster Emergency Response Simulation Exercise (ARDEX) pada 4-10 November 2018 mendatang.

Executive AHA Center, Adelina Kamal mengungkapkan, dipilihnya Kota Cilegon sebagai tuan rumah pada kegiatan latihan penanggulangan bencana tingkat ASEAN ink dengan pertimbangan karakteristik kota padat industri. Latihan itu dapat dijadikan acuan industri dan masyarakat ketika menangani bencana.

“Dipilihnya Kota Cilegon dalam pelaksanaan penanggulangan bencana Ardex ini untuk mewaspadai dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam mengantisipasi bencana,” ujar Adelina usai Konferensi Press bertema Final Planning Conference (FPC) or Final Exerce Planning Team (EPT) Meeting Ardex 18 di Hotel The Royale Krakatau Cilegon, Rabu (11/7/2018).

Lebih jauh dijelaskan Adelina, Cilegon tergolong kota yang memiliki resiko bencana yang tinggi. Bencana yang mungkin terjadi seperti gempa bumi dan tsunami berimplikasi langsung dengan bencana industri.

“Wisata di mulai dari Cilegon hingga Anyer cukup banyak. Jika terjadi bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami, tidak menutup kemungkinan Cilegon terdampak hingga menyebabkan bencana industri,” jelasnya.

Adelina menjelaskan, pelaksanaan exercise itu nanti akan memperagakan latihan-latihan yang bersifat penanggulangan bencana industri. Termasuk latihan penanganan bencana industri yang bersifat komprehensif.

“Dalam skenario yang akan dilakukan, akan dilakukan kompleksitas yaitu industrial disaster dan ini sesuatu yang baru buat kita semua,” lanjutnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Wisnu Widjaja kegiatan Ardex di Cilegon turut memperkuat posisi Indonesia dimata dunia. Terutama bagaimana penanganan bencana yang disiapkan itu disesuaikan dengan Standar Prosedur Operasional yang berlaku.

“Jadi sangat pas Ardex ini dilaksanakan di Kota Cilegon. Jadi, kita bisa banyak belajar bagaimana cara menanggulangi skenario penanggulangan bencana sesuai SOP (Standart Operational Procedure) dan prosedur bantuan tingkat ASEAN dan internasional,” ujarnya. (Ully/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here