Minibus angkut burung diamankan Karantina Cilegon. Foto Istimewa

CILEGON, SSC – Minibus Daihatsu berwarna putih diamankan petugas Balai Karantina Pertanian (BKP) Kota Cilegon dan Mapolsek Kawasan Pelabuhan Merak ketika keluar dari Pelabuhan Merak, Sabtu (26/5/218). Kendaraan yang telah diintai petugas itu diduga mengangkut muatan hewan ilegal.

Informasi yan dihimpun Selatsunda.com, penangkapan minibus bernomor polisi BG 1388 BB itu terjadi sekitar pukul 15.00 wib. Penangkapan itu bermula dari adanya informasi tentang kecurigaan terhadap minibus yang diduga mengangkut muatan hewan ilegal. Petugas pun kemudian mengintai minibus dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak. Saat turun dari kapal di Pelabuhan Merak, petugas sempat mencegat minibus namun sopir menolak untuk diperiksa. Terjadi kejar-kejaran antara petugas dan minibus itu diluar pelabuhan. Namun kendaraan itu berhasil diamankan petugas.  Kendaraan dan sopir langsung digiring ke KSKP Merak dan diperiksa Kantor BKP Cilegon. Ketika diperiksa, didapati minibus itu mengangkut ribuan ekor burung.

“Ada kecurigaan kendaraan Daihatsu putih itu bermuatan penuh. Kita Kwatirnya daging celeng. Kita kuntit berangkat dari Lampung. Kita kejar dan kita giring ke kantor. Setelah kita cek, ternyata isinya burung,” Ungkap Kepala Seksi Karantina Hewan BKP Cilegon, Rifky Danial.

Ribuan burung sebanyak 2.876 ekor yang diperiksa itu, kata Rifky, 100 ekor diantaranya tidak dilengkapi dokumen. Untuk menelusuri kasus itu, sopir dan pengurus turut diperiksa.

“Ternyata setelah kita periksa, memang burung – burung itu ada dokumen dari Karantina Bakauheni, dokumennya asli. Tetapi dari 2.876 ekor, ada 100 ekor yang tidak masuk sertifikat. Yang 2.876  ekor itu, 2.200 kolibri, manyar 320, 120 ekor burung Trucuk, 83 burung bebet, 100 elatuk, 34 burung kepopang dan cililin 1 ekor. Yang 100 ekor tidak berdokumen itu burung manyar,” paparnya.

Foto Istimewa

Lantaran tidak berdokumen, 100 burung manyar langsung diamankan. Sementara jumlah burung yang berdokumen, sambung Rifky, tidak menyalahi aturan karantina dan kendaraan dapat melanjutkan perjalanan ke Bandung.

“Itu memang bukan burung yang tergolong dilindungi. Jadi 100 ekor yang tidak berdokumen kita tahan. Tetapi untuk yang lain, karena punya sertifikat, kita realease,” paparnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here