CILEGON, SSC – Demi absen fingerprint, ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Cilegon harus rela antre dan berdesakan usai memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang dilaksanakan di Kantor Walikota Cilegon, Senin (1/10/2018). Hal ini juga dilakukan untuk menghindari pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Pantauan Selatsunda.com di lokasi, para ASN harus berpanas-panasan dan mengantre cukup panjang agar bisa absen. Bahkan saat antre panjang tampak terlihat ASN pingsan karena tidak kuat berdesak-desakan.
Salah satu pegawai mengaku, sangat menyayangkan dengan kondisi absen pada kali ini. Pihak Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) dinilai tak mampu memberikan solusi ASN yang antre dan berdesakan.
“Cukup prihatin aja. Banyak ribuan ASN yang ikut apel dan absensi, tapi jumlah fingerprint hanya beberapa biji aja. Pantesan ada pegawai yang desak-desakan sampai ada yang pingsan,” ungkap ASN yang enggan menyebutkan identitasnya.
Sementara itu, pegawai lainnya juga meminta agar Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon bisa memberikan solusi agar saat absen tidak berdesak-desakan. Agar tidak terjadi lagi, diharapkan jumlah alat fingerprint ditambah.
“Kalau bisa Pak Plt (Edi Ariadi) bisa langsung lihat kondisi pegawainya yang sedang berdesak-desakan begini. Saya juga dengar dari pegawao BKPP, katanya fingerprint banyak yang rusak. Nah, kalau kaya gini kan yang jadi korban pegawai yang mau absensi. Saya sih berharap, agar jumlah fingerprint bisa ditambah saat pelaksanaan apel bersama dengan semua SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah),” pungkas ASN ini. (Ully/Red)

