Dianggap Bukan KLB, Pemkot Cilegon “Ogah” Kucurkan Dana Kebencanaan untuk Banjir

58

CILEGON, SSC – Pemkot Cilegon hingga saat ini masih pikir ulang untuk menggeluarkan anggaran dana kebencanaan untuk membantu para korban bencana yang terjadi pada Rabu (25/4/2018) kemarin. Sebab, anggaran ini dianggap belum ada status yang menyebutkan banjir Cilegon sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa).

Asisten Daerah (Asda) II Pemkot Cilegon Beatrie Noviana mengatakan, kejadian yang terjadi beberapa hari lalu, belum bisa dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh karena itu, pemerintah belum bisa mengeluarkan anggaran kebencanaan untuk membantu para korban bencana.

“Pada prinsipnya kita (Pemkot,red) masih pikir ulang untuk menggeluarkan anggaran kebencanaan ini. Namun, untuk kejadian ini, kita akan melakukan rekonsiliasi serta secepatnya memperbaiki insfrakstur yang rusak akibat bencana banjir bandang ini,” kata Beatrie Noviana usai menggelar Rapat terkait penanganan masalah banjir dan putusnya Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang digelar di Aula Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon,” katanya, Kamis (26/4/2018)

Ia menambahkan, untuk mengeluarkan anggaran kebencanaan ini, pihaknya tentunya harus menghitung ulang anggaran yang dipastikan akan keluar untuk membantu para korban tersebut. Bahkan, bukan hanya untuk membantu korban, Pemkot Cilegon juga tentunya akan menghitung kembali kerugian yang diakibatkan dari bencana banjir bandang dan putusnya JLS Cilegon akibat tergerus banjir.

“Dalam hal ini masih kita hitung-hitung ulang berapa kerugian dari kejadian bencana ini. Apakah anggaran yang kita miliki saat ini mencukupi untuk perbaikan insfrastruktur,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, untuk perbaikan gorong-gotong yang terputus akibat amblas di Jalan Lingkar Selatan (JLS) ini, pemerintah juga sudah berkomitmen untuk secepatnya menyelesaikan dan memperbaiki jalan tersebut. Untuk saat ini juga juga akan melakukan pembuatan Detail Enginering Desain (DED).

“Kalau anggaran dana tak terduga belum bisa dipakai karena belum ada status darurat bencana. Status tersebut dikeluarkannya tidak sembarangan tapi harus melalui kajian, nah saat ini kita sedang mengkaji dulu. Dana tidak terduga tahun ini di Cilegon Rp4miliar,” ucapnya.(ully/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here