SERANG, SSC – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang merasa kebingungan dalam menangani orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) alias orang gila yang berkeliaran di Kota Serang.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang, Asep Rian Purnama mengatakan, sampai saat ini pihaknya tidak memiliki anggaran untuk mengurusi para orang gila yang berkeliaran di Kota Serang.

“Kami enggak bisa tangani orang gila yang berkeliaran di jalan-jalan. Program kami hanya membina mantan orang gila saja. Salah satunya, dengan diberikan pelatihan agar mereka bisa hidup mandiri agar mampu mencari nafkah sendiri,” kata Rian terkonfirmasi,” Senin (30/11/2020).

Oleh karena itu, lanjut Rian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang harus juga membantu Dinsos Kota Serang untuk mengurangi keberadaan orang gila yang berkeliaran.

“Dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) harus punya peran dalam persoalan orang gila ini. Karena, hingga saat ini Kota Serang belum memiliki rumah sakit jiwa yang menangani ODGJ. Apalagi, di sisi anggaran kami (Dinsos Kota Serang,red) belum ada. Adapun orang gila yang dirazia Satpol PP, hanya di tempatkan di yayasan swasta di Kota Serang,” lanjut Rian.

Dengan kondisi ini, Rian meminta ada peran serta dan perhatian dari Dinkes Kota dan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten dalam membantu Kota Serang terhadap keberadaan orang gila.

“Mungkin Dinsos Provinsi Banten mempunyai relasi atau anggaran tersendiri dalam menangani ODGJ, seperti panti atau rumah sakitnya. Setelah sembuh baru kepada ranah kami beri pelatihan,” paparnya. (SSC-03/red)