Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Ismatullah. Foto : Dokumentasi Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon tidak memaksa siswa untuk mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM).

Bagi siswa yang tidak mendapatkan izin orang tua bisa melakukan pembelajaran dengan metode dalam jaringan (daring).

Untuk diketahui, Kota Cilegon masuk dalam wilayah PPKM level 3. Dalam aturan, Kota Cilegon dibolehkan mengggelar PTM secara terbatas.

“Kalau ada orang tua yang tidak mengizinkan, kita perbolehkan daring. Kita masih menggunakan metode mix antara luring dan daring. Jadi ada tatap muka, tapi ada juga yang menggunakan online,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Ismatullah kepada awak media ditemui di SMP 7 Kota Cilegon, Senin (30/8/2021).

Ismatullah menambahkan, salah satu faktor yang membuat orang tua enggan mengizinkan anak untuk PTM karena ingin mematikan para guru telah di vaksinasi Covid-19. Orang tua juga menginginkan sekolah menerapkan dan melaksanakan protokol kesehatan.

Baca juga  Miris ! 7 KK di Cilegon Tinggal di Gubuk Beralas Triplek dan Tak Punya MCK

“Dua faktor inilah yang membuat orang tua siswa mungkin masih nyaman sekolah online/daring. Kami tak memaksa orang tua untuk sekolah tatap muka,” tambah Ismatullah.

Mantan Kabag Bimbingan Mental (Bintal) dan Keagamaan Setda Kota Cilegon ini pun memaparkan, sekolah tatap muka yang digelar di sekolah ini menggunakan sistem genap-ganjil.

“Kalau tanggalnya ganjil yang masuk sekolah dari kelas 1, 3 dan 5. Sedangkan yang tanggalnya genap, dari kelas 2, 4 dan 6. Untuk total sekolah yang menjalani sekolah tatap muka sebanyak 43 SMP (Sekolah Menengah Pertama), SD (Sekolah Dasar) sebanyak 180 sekolah, PAUD sebanyak 157 sekolah dan TK sebanyak 114 sekolah dengan total siswa di Kota Cilegon sebanyak 87.000 siswa,” paparnya.

Baca juga  Ribuan UMKM di Cilegon Belum Kantongi Sertifikat Halal

Ia menjelaskan, uji coba pembelajaran sekolah tatap muka ini berlangsung selama 1 minggu dan akan di evaluasi pada Jumat (3/9/2021) mendatang.

“Uji coba dulu selama 1 minggu. Jumat ini kita akan evaluasi apakah tetap berlanjut atau tetap menggunakan daring,” jelasnya. (Ully/Red)