CILEGON, SSC – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon mengaku masih dihadapkan dengan gangguan server jelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SD dan SMP sederajat yang akan diselenggarakan 2019 mendatang. Untuk menindaklanjutinya, Dindik bahkan telah menyurati Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) guna membantu menyelesaikan hal tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon Muhtar Gojali mengaku, bahwa persoalan ini harus cepat diketahui oleh Kemendikbud. Sebab, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat UN berlangsung.

“Secara bertahap akan kita (Dinas Pendidikan Cilegon,red) laporkan masalah server ini ke pihak Kementerian. Kita pun ingin kalau dari pusat membantu masalah server ini. Setelah kita sampaikan ke pihak Kementerian, otomatis mereka akan menyampaikan ke kami (Dindik Cilegon mana saja yang bisa dipasang server tersebut. Mungkin di Januari lah ada jawaban dari pusat. Yang terpenting anak-anak sudah siap dalam menghadapi UN tersebut,” kata Muhtar saat ditemui usai Rapat Paripurna DPRD Kota Cilegon,” Senin (17/12/2018).

Ia menambahkan, berdasarkan data yang dimiliki pihaknya yakni sebanyak 42 Sekolah Dasar atau sekitar 4.000 siswa akan mengikuti UN 2019.

“Dari data yang sudah kita (Dindik Cilegon) serahkan (ke Kemendikbud) sekitar 4.000 anak dari 42 SD yang bakal mengikuti Ujian Nasional. Saya juga optimis, Kota Cilegon bisa menangani persoalan ujian tersebut. Yang penting sih, Cilegon ini Cilegon sudah memenuhi dengan kriteria yang ada. Bahkan, untuk persoalan IT pun sudah kita carikan solusinya,” pungkasnya.

Disinggung masih ada sekolah yang pelaksanaan UN Berbasis Komputer (UNBK) menumpang di sekolah lain, hal itu tidak ditepis Muhtar. Ia mengaku, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Cilegon saja tetapi juga terjadi di hampir setiap sekolah di Indonesia. Masih banyak siswa, kata dia,  yang mengikuti UNBK dengan menumpang di sekolah lain.

“Numpang-numpang kaya naik bus aja. Kondisi ini bukan terjadi di Cilegon saja tapi hampir semua mengalami ini. Yang jelas, dalam penyelenggaraan UN ini lokasi penyelenggara dan pemenuhan IT kita pikirkan. Tinggal menunggu bantuan dari Kemendikbud saja,” paparnya. (Ully/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini