Dirut PT Krakatau Tirta Industri, Agus Nizar Vidiansyah keluar dari Kantor Kejari Cilegon, Selasa (25/9/2018). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Direktur Utama PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI), Agus Nizar Vidiansyah akhirnya memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (kejari) Negeri Cilegon, Selasa (25/9/2018). Pemanggilan itu terkait dengan upaya Kejari mengumpulkan data dan keterangan tentang pembayaran royalti kepada PT Perusahaan Daerah Air Minum Cilegon Mandiri (PDAM-CM).

Informasi yang dihimpun, Orang nomor satu di KTI ini dan Direktur PT PDAM-CM, Encep Nurdin dijadwalkan memenuhi panggilan hari ini. Namun Direktur PDAM-CM kembali mangkir. Dirut Vidi yang menggunakan kendaraan operasionalnya tiba di Kejari sekitar pukul 08.30 WIB. Ia kemudian langsung menuju ruangan intel untuk memenuhi pemeriksaan. Vidi baru keluar sekitar 12.10 WIB setelah diperiksa selama kurang lebih 3,5 jam.

Saat ditemui awak media, Vidi mengatakan, pemeriksaan masih sebatas normatif. Pertanyaan yang ditanyakan menyangkut pemberlakuan royalti berdasarkan Kontrak dan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2005 tentang Penerimaan Sumbangan dan Royalti Pihak Ketiga Kepada Daerah.

“Kita sih masih yang umum-umum saja, baru tanya-tanya saja belu sampai kesini. Tetapi kalau kti Normatif lah ya, sesuai perdanya, ada kontraknya,” ungkapnya.

Vidi ketika disinggung awak media soal nilai pembayaran royalti kepada PDAM-CM enggan membeberkan lebih lanjut. Namun dijelaskannya, kerjasama antara kedua pihak telah berdasarkan kontrak.

“Jadi PDAM-CM juga mengkonsumsi air dari KTI. Jadi lebih besar bayarnya dari pada royaltinya,” ujarnya.

Vidi menjelaskan, Royalti yang dimaksud tidak dibayar secara utuh oleh KTI karena dikompensasikan dengan biaya belanja air PDAM-CM sebagaimana tertuang di dalam perjanjian yang dibuat kedua pihak.

“Karena memang yang terjadi, PDAM-CM yang bayar ke KTI bukan KTI yang bayar kesana. Kontraknya memang itu dipotong dari PDAM-CM,” tandasnya.

Sementara, Kasintel Kejari Cilegon, David Nababan mengatakan, pertanyaan yang diajukan kepada Dirut KTI terkait dengan mekanisme royalti. Beberapa diantaranya yang ditanyakan mulai dari kontrak, nilai royalti hingga teknis alur pembayaran royalti.

“Pada intinya tentang royalti. Itu terkait dengan perjanjian mereka antara PDAM dan KTI. Kemudian bagaimana proses awal permintaan itu, kesepakatannya seperti apa saja. Jumlah persentase royalti seperti apa nilainya, mekaknisme penerimaannya. Seusai tidak dengan aturan dan SOP-nya,” ujarnya.

Pengumpulan data dan keterangan, kata David masih terus didalami. Pihaknya juga akan menyambangi kantor PDAM-CM untuk menindaklanjuti mangkirnya Direktur perushaaan BUMD Kota Cilegon itu.

“Ini kan masih pengumpulan data dan keterangan, jadi sifatnya masih rahasia. Terkait ketidakhadiran Direktur PDAM, kita akan kesana. Karena sampai saat ini belum ada konfirmasi,” pungkasnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here