CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon lewat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kembali menegaskan rencana PT Krakatau Steel menggusur pedagang yang berjualan di Car Free Day (CFD) adalah tidak benar adanya.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon Tb Dikrie Maulawardhana untuk menjawab keresahan pedagang. Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa penggusuran yang dimaksud itu hanya sebatas wacana. Karena hingga saat ini, Disperindag selaku yang berkewenangan membina para pedagang CFD tidak menerima surat pemberitahuan apapun dari KS terkait rencana tersebut.
“Saya gak mau berwacana kalau pihak KS mau melakukan pengusuran kepada seluruh pedagang CFD. Semestinya, KS bersurat lah kepada saya? Saya ini kan koordinator pedagang di sana. Atau minimal, KS bersurat ke Pak Plt Walikota (Edi Ariadi) sehingga nanti Pak Plt langsung mendisposisikan ke saya. Ini aja tidak ada surat dari KS,” kata Dikrie kepada Selatsunda.com belum lama ini.
Dikrie memaparkan, keberadaan CFD di Bapor ini, merupakan salah satu ide yang diinisiasi Walikota non aktif Kota Cilegon, Iman Ariyadi. Hal itu juga telah melewati proses koordinasi yang telah dibangun dengan PT KS. Hingga saat inipun, lanjutnya, Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi juga komitmen mendukung CFD.
“Keberadaan CFD itu kan idenya Pak Iman (Walikota non aktif Cilegon,red) dan didukung juga oleh Pak Edi (Plt Walikota Cilegon) pada saat itu. Masa CFD mau dimusnahkan?,” terang Dikrie.
Mantan Sekretaris Bappeda ini menegaskan, bahwa CFD tetap berjalan dan dilaksanakan serta dijaminkan keberadaanya tanpa adanya rencana yang akan dilakukan KS.
“Secara tegas CFD tetap berjalan seperti biasanya,” tegasnya.
Sementara itu, Penggelola CFD HPPB Andrianto mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Pemkot Cilegon untuk melindungi ratusan pedagang CFD dapat tetap berjualan di sekitar Bapor.
“Kami (pedagang,red) berterima kasih kepada Pemkot Cilegon yang telah mendukung keberadaan kami untuk berjualan di sini. Sudah sebaiknya kita meminta perlindungan ke Pemerintah Kota,” ujar Andri sapaan akrabnya.
Dengan keberadaan CFD, menurut Andri, usaha pedagang untuk berusaha semakin terbantu terutama dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Cilegon. Bahkan CFD menjadi satu destinasi yang diminati masyarakat. (Ully/Red)

