CILEGON, SSC – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon angkat suara terkait program Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) Bus Trans Cilegon Mandiri (TCM) yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon. Wakil rakyat pun menggerutu program yang sudah 1 tahun berjalan tidak jelas arah dan sasarannya. Selama berjalan satu tahun, baru ada 120 orang yang mempergunakan sarana tersebut.
Anggota Komisi III DPRD Kota Cilegon, Rachmatullah mengatakan, pihaknya sangat miris mengetahui kondisi shelter bus TCM yang rusak parah. Bahkan tak banyak masyarakat Cilegon yang tahu dan menggunakan sarana angkutan tersebut padahal fasilitas dibangun dengan APBD (Anggatan Pendapatan Belanja Daerah) yang tidak kecil.
“Kalau memang rusak semestinya cepat diperbaikilah. Jangan hanya mengajukan anggaran aja. Tapi memperbaiki enggak dilakukan! Apalagi, belum hampir setahun, baru 120 orang yang pakai fasilitas saum dan shalter itu,” kata Rachmatullah dikonfirmasi, Minggu (9/2/2020).
Baca : Plafon dan Pintu Shelter Bus Trans Cilegon Rusak
Politisi Partai Demokrat ini menyatakan, pihaknya kembali akan mengevaluasi pengajuan anggaran jika Dishub Cilegon mengajukan ke DPRD. Ia meminta agar Dishub tidak hanya meminta anggaran saja namun juga menjalankan program sesuai yang selama ini telah diprogramkan.
“Kalau mereka (Dishub Cilegon,red) mau mengajukan anggaran ke kami (DPRD,red) tentu kami akan evaluasi dulu lah. Buktikan dulu program saum dam shalter itu benar-benar di sosialiasi oleh mereka. Jangan hanya minta anggaran justru hanya menumpuk aset yang enggak bermanfaat. Lebih penting dalam hal ini, Dishub jangan hanya diam begitu aja,” ujarnya.
Ia menyebut, Uteng Dedi sebagai kepala dinas yang baru harus harus berinovasi. Seluru program yang dijalankan, kata dia, hasilnya harus jelas dan terpenting bisa dinikmati masyarakat.
“Kadis yang baru harus lebih efektif keberadannya. Jangan hanya minta APBD saja. Tapi, ouput program mereka harus mampu dirasakan oleh masyarakat. APBD untuk rakyat tentu harus bermanfaat untuk rakyat,” ucapnya.
Senada dengan Rachmatullah, anggota Komisi IV DPRD Cilegon, Erick Rebi’in menyatakan, sejak Dishub di jabat kadis baru belum menunjukan banyak perubahan apapun untuk kemajuan di Dishub. Menurutnya program Saum bus TCM semestinya disosialisasikan sehingga dirasakan langsung oleh masyarakat. Tetapi yang terjadi malah sebaliknya.
“Saya kira kadis baru yang sekarang menjabat belum dan tidak ada perubahan apapun untuk kemajuan dinas tersebut. Apalagi kan, saum dan shelter itu belum satu tahun ada. Tapi kenapa kondisinya memprihatinkan begitu? Semestinya mereka (Dishub Cilegon) itu sosialisasinya lebih lah ke masyarakat. Gimana masyarakat tahu ada program pemerintah kalau enggak disosialisasi sama mereka. Jangan hanya seremonial aja dan hanya menggugurkan pengajuan. Sedangkan peruntukannya tidak maksimal,” tegasnya.
Mengetahui kondisi itu, kata Erick, pihaknya akan mengevaluasi anggaran yang diajukan.
Ia berharap, apapun program Dishub bisa dijalankan secara terarah dan tepat sasaran.
“Haruslah bermanfaat. Jika mereka mengajukan anggaran lagi ke kami (DPRD) tentunya akan kami evaluasi,” harapnya. (Ully/Red)

