SERANG, SSC – Meningkatnya intensitas hujan disertai angin kencang di wilayah Kota Serang memicu kerawanan pohon tumbang yang telah berumur puluhan tahun. Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mencatat ada dua ruas jalan rawan terjadinya pohon tumbang.

Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Diat Hermawan mengatakan keberadaan pohon rindang ini berpotensi terhadap kejadian-kejadian yang tidak diinginkan seperti yang terjadi pada, Kamis (15/4/2021) kemarin.

“Di Kota Serang banyak pohon tua yang rawan tumbang. Pohon tua yang rawan tumbang berada di ruas jalan Lingkar Selatan dan jalan Raya Serang,” katanya dikonfirmasi,” Jumat (16/4/2021).

Ia mengimbau agar seluruh masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon ketika hujan dan angin kencang. Berteduh yang paling aman yakni di gedung ataupun halte-halte bus yang tersedia di tepi jalan.

Meski banyak pohon tua rawan tumbang, BPBD Kota Serang tidak memiliki kewenangan apapun untuo melakukan perapihan maupun memangkas pohon tersebut.

“Karena kewenangannya bukan di kami (BPBD),” jelasnya.

Semenntara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Ipiyanto enggan berkomentar akan banyaknya pohon tua yang berpotensi tumbang. Sebab, kewenangan terhadap pohon tua ada di bawa Pemprov Banten.

“Ada di manapohon itu. Kalau di jalan protokol itu kewenangan provinsi lah. Kenapa setiap masalah selalu tanya ke Kota terus Provinsi itu apa saja kewenangannya,” pungkasnya

Terpisah, warga Kecamatan Serang, Adi mengaku resah dengan banyaknya pohon tua rawan tumbang tersebut. Keresahannya ini, karena dirinya pernah melihat kondisi pohon tumbang di Alun-Alun Serang yang terjadi pada, Kamis (15/4/2021) kemarin.

“Seram juga yah. Bahaya kalau kejadian kemarin ada pengendara lewat. Kemarin itu juga kan menimpa angkot (angkutan umum),” ujarnya.

Ia berharap ada perhatian dari pemerintah untuk melakukan penebangan atau pemeliharaan terhadap pohon tua yang rawan tumbang tersebut.

“Koordinasi lah, dinas mana yang harus menangani pohon-pohon itu. Kerjakan, antisipasi sekecil apapun harus dilakukan,” pungkasnya. (SSC-03/red).