20.1 C
New York
Senin, April 20, 2026
BerandaPeristiwaEntaskan Kemiskinan di Serang, Pengamat Sarankan Pemkot Gali Wisata Banten Lama

Entaskan Kemiskinan di Serang, Pengamat Sarankan Pemkot Gali Wisata Banten Lama

-

SERANG, SSC – Kota Serang menjadi kota dengan jumlah penduduk termiskin di Provinsi Banten dibanding kota/kabupaten lain. Selama maret hingga september 2019 dari data Badan Pusat Ststistik Banten, jumlah penduduk miskin di Kota Serang mencapai 5,4 persen.

Persoalan kemiskinan di Kota Serang ini pun menuai tanggapan dari berbagai pihak. Satu diantaranya, Dosen Ekonomi di STIE Al-Khairiyah Cilegon, Zaenudin menyarankan solusi dalam satu perspektif mengentaskan kemiskinan di Serang.

Zaenudin yang juga Dosen UIN dan STIE Prima Graha mengatakan, pada dasarnya persolan kemiskinan di Kota Serang merupakan hal yang wajar. Alasannya karena Kota Serang tidak memiliki sumber pendapatan yang besar dibanding kota/kabupaten lain.

“Intinya, kue ekonomi Kota Serang memang kecil, sumber dana yg bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya sangat terbatas. Kota Serang tidak memiliki sumber pendapatan seperti Cilegon, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan. Cilegon punya industri yang memadai, Tangerang dan Tangerang Selatan punya pusat bisnis yang luar biasa, sedangkan Serang tidak punya, yang ada cuma pusat pemerintahan,” ujarnya kepada selatsunda.com, Selasa (21/1/2020).

Untuk menurunkan jumlah kemiskinan, saran dia, pemkot bisa menggali potensi sehingga pendapatan maayarakat meningkat. Satu cara yang bisa menjadi solusi itu dengan mengembangkan ekonomi pariwisata.

Menurutnya, potensi dalam mengelola tempat-tempat wisata seperti Wisata Banten Lama bisa menjadi corong meningkatkan ekonomi masyarakat. Karena selama ini potensi itu belum terkelola maksimal.

“Pemkot harus menggali ekonomi kreatif, menghidupkan Kota Serang terutama Banten Lama sebagai pusat sejarah yang bernilai wisata, menggali lagi keunggulan produk domestik yg memiliki nilai jual. Pusat oleh-oleh dengan ikon Banten. Seperti menara Banten dibuat semenarik mungkin, mengembangkan budaya debus, rudat, patingtung dan lainnya sebagai daya tarik wisata,” ujarnya.

Peningkatan ekonomi lewat pariwisata  Banten Lama tentunya, kata dia, tidak dapat dijalankan oleh Pemkot Serang saja. Agar bisa maksimal perlu menggandeng pihak lain. Khususnya menggandeng pihak swasta yang berkecimpung pada dunia usaha di sektor yang sama. Dicontohkan dia, Banten Lama bisa dijadikan pusat budaya serta penyelenggaraan event besar untuk menarik wisatawan.

“Harus kerjasama dengan pengusaha seperti hotel, biro perjalanan dan pusat wisata. Pusat budaya bisa diselenggarakan di Kaibon atau Surosoan, seperti lakon Sendratari Ramayana di candi prambanan. Surosowan boleh juga sesekali diselenggaran a night jazz at Surosowan, atau sejenis itu,” ungkap akademisi sekaligus praktisi ekonomi yang pernah bekerja di Krakatau Steel sebagai Superintendent Laporan Keuangan KIEC dan Direktur SDM dan Komersial KPCC.

Selain tempat wisata, kata dia, makanan khas Banten juga bisa dikembangkan. Pemkot Serang semestinya bisa gencar mempromosikan makanan Rabeg seperti Yogyakarta yang terkenal dengan makanan khas Gudeg.

“Serang itu punya makanan khas yaitu rabeg dan sate bandeng. Pemkot harus menggandeng pengusaha agar kedua makanan itu bisa sepopuler gudeg dari Yogya, atau rendang dari padang,” ucapnya. (MG-01)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini