CILEGON, SSC – Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi angkat bicara terkait adanya dugaan data pegawai fiktif khususnya Tenaga Kerja Kontrak (TKK) dan TKS (Tenaga Kerja Sukarela) di Lingkungan Pemerintah Cilegon sebagaimana yang sempat dipertanyakan salah satu anggota DPRD Cilegon, Rahmatulloh, belum lama ini. Pihaknya mempersilahkan agar data pegawai yang menurut beberapa pihak di duga fiktif menerima honor atau gaji dari Pemkot setiap bulan, dapat di cek dan dibuktikan kebenarannya.

“Kata siapa ada pegawai siluman? Yah udah cek ajalah. Silahkan! Saya gak akan nutup-nutupin. Silahkan siapa yang menemukan ada pegawai siluman, Kalau ada yang menemukan ada pegawai siluman silahkan laporkan aja,” kata Edi kepada Selatsunda.com di sela-sela kegiatan di salah satu rumah makan di Kota Cilegon,” Rabu (12/9/2018).

Edi menambahkan, dirinya tak pernah melarang siapapun untuk meminta data pegawai yang bekerja di Pemkot sekalipun datang pernyataan itu dari legislatif.

“Katanya dari dewan mau minta data segala macem? Mangga Bae saya mah kalau dewan minta data pegawai kita,” tambah Edi.

Persoalan pegawai siluman ini, sambung Edi, secara tegas akan dibahas ke dalam Rapat APBD Perubahan 2018 di Jakarta mendatang.

“Saya enggak mau tanya ke dewan persoalan ini. Paling saya mah tanya ke pihak internal saya aja, enggak mau saya tanya ke dewan,” ujar Mantan Sekda Kota Cilegon dengan nada tinggi.

Diberitakan sebelumnya, dugaan data ‘siluman’ pegawai pada TKK dan TKS menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara) di Pemkot Cilegon mencuat. Dugaan data fiktif pegawai ini diperoleh Anggota DPRD Cilegon, Rahmatulloh, setelah mendapat laporan dari masyarakat terkait dugaan pelanggaran itu. Ia pun meminta pihak BPKAD untuk menyerahkan keakuratan data pegawai yang dimaksud untuk disampaikan kepada DPRD sebelum rapat gabungan antara Legislatif dan Eksekutif di Jakarta, digelar. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here