Mantan Ketua Gapensi Cilegon, Epi Saefullah di wawancara sebelum Muscab Gapensi saat di salah satu hotel di Cilegon, Selasa (19/12/2018). Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Investasi sektor industri cukup besar masuk ke Kota Cilegon. Hanya saja, pekerjaan pembangunan industri masih belum banyak melibatkan pengusaha lokal.

Hal ini disampaikan oleh Mantan Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) Kota Cilegon, Epi Saefullah kepada wartawan usai kegiatan Muscab Gapensi Cilegon di salah satu hotel di Kota Cilegon,” Selasa (18/12/2018).

Lebih jauh dijelaskan Epi, investasi khususnya sektor industri yang masuk ke Cilegon pada tahun 2018 dan 2019 cukup besar. Namun konstribusinya terutama memberdayakan pengusaha lokal untuk terlibat pada pekerjaan pembangunan konstruksi masih terbilang rendah. Maka dari itu, pihaknya berharap ada peran pemkot untuk menfasilitasi hal tersebut.

“Ada memang beberapa (kontribusi industri). Saya kira, tapi tidak semua. Porsinya masih relatif kecil. Kami berharap itu bisa dimediasi oleh pemerintah daerah dan secara institusi kami dari Gapensi akan membangun komunikasi dengan industri,” ujarnya.

Ia menyadari, masih rendahnya keterlibatan pengusaha lokal di dalam industri juga dipengaruhi faktor lain. Faktor profesionalitas menjadi faktor yang perlu terus dibangun setiap pengusaha daerah agar usahanya di bidang industri tetap terjaga.

“Saya kira faktornya banyak, disamping juga, kita pengusaha daerah juga harus memperbaiki diri, harus profesional. Ketika kita sudah baik dan bagus, tapi tidak diberi kesempatan, nah ini masalah. Tetapi buat kita sebetulnya, saya masalah apapun akan selesai, kalau kita bisa berkomunikasi dan duduk bersama, ” tandasnya.

Agar bersinergi, ia berharap, seluruh industri di Cilegon dapat lebih berpihak dan memberikan kesempatan kepada para pengusaha kontruksi. Dimana dalam melibatkannya, sambunya, pengusaha juga dingatkan dapat berusaha secara profesional dan berkompetisi bisnis secara sehat.

“Tentunya harus mengedepankan persaingan yang sehat serta kompetisi yang sehat dan juga perlu profesionalisme dari para pengusaha kontruksi. Salah satunya, dengan memperbaiki kinerja serta memperbaiki semuanya. sehingga kemudian kita (pengusaha lokal,red) dapat berkompetisi secara sehat dan profesional,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon, Sahruji mengaku, dengan kondisi yang dihadapi oleh para pengusaha lokal ini, tentunya harus dijadikan semangat untuk maju dengan para pengusaha luar Cilegon.

“Itu sunatulloh, semua di atas langit masih ada langit. Kalaupun kita sudah punya jam terbang, masih ada lagi di atasnya. Kalau pun pada kenyataanya ada pengusaha lain yang lebih baik dari pengusaha Cilegon, itu manusiawi. Makanya dari situ seharusnya menjadi tolak ukur kita untuk belajar. Kalau kita sudah merasa yang paling hebat, ya musibah itu,” katanya.

Dalam kapasitasnya yang juga pemimpin di wadah organisasi pengusaha, kata dia, pihaknya sudah berupaya maksimal untuk memfasilitasi kepentingan pengusaha lokal pada sejumlah investor asing yang masuk ke Cilegon.

“Dulu saat Osaka (PT Krakatau Osaka Steel) masuk, Nippon Steel masuk, yang mampu dikerjakan (pengusaha) lokal saya dorong melalui Kadin. Itu sudah menjadi kinerja dan prestasi bagi saya,” paparnya. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?