Pelukis asal Tnagerang, Edi Bonetski (kanan) ditemui di lokasi pameran Bimasena Artspace, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Sabtu, (1/8/2020). Foto Fathul Rizkoh/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Seniman Banten, Edi Bonetski memamerkan karya lukisannya di Bimasena Artspace, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Pelukis asal Kota Tangerang ini menampilkan karyanya terinspirasi dari kondisi sosial yang ada di Banten dimana kebanyakan lukisan dibuat dimasa pandemi Covid-19.

“Kebanyakan karya yang di pamerkan di buat saat masa pandemi berlangsung. Ini semua karya-karya baru, yang di ruangan ini baru setengah yang di panjang. Masih banyak yang belum di pajang. Nanti ada yang dipajang di depan,” ungkap Edi saat diwawancara wartawan Selatsunda.com di lokasi, Sabtu, (2/8/2020).

Edi mengatakan, pameran yang bertajuk “Before Half” ini juga terinspirasi dari kuratornya, Taufik Rahzen. Kata Edi, sang budayawan dan staf tenaga ahli Kebudayaan Kementerian Parawisata RI ini memotivasi agar karya lukisannya sudah layak ditampilkan tunggal.

Baca juga  Cerita Pelipat Kertas Suara Pilkada Cilegon: Lumayan Buat Dapur Bisa ‘Ngebul’

“Kurator menganggap, saya sebelum menempuh satu perjalanan sudah dapat mata rantai di setengah perjalanannya” terang Edi.

Diketahui, pameran tersebut merupakan program kreatif yang digagas oleh Founder Bimasena Artspace, Destian A. Kurniawan dan Putri Wartawati. Bimasena Artspace dijadikan wadah untuk para pelukis Banten karena Kota Serang belum memiliki gedung kesenian.

“Kota Serang belum punya tempat khusus untuk para seniman melangsungkan pameran” ucap Founder Bimasena Artspace, Destian.

Ia berharap hadirnya Bimasena Artspace dapat menjadi ruang alternatif bagi para pelaku seni yang membutuhkan laboratorium untuk melakukan penciptaan dan atau uji coba karya. (SSC-03/Red)