SERANG, SSC –  Peringatan dini atau Early Warning dikeluarkan oleh BMKG Serang terkait proyeksi cuaca  dengan gelombang tinggi terjadi diwilayah perairan Banten.

Prakirawan BMKG Kelas I Serang Rofikoh mengatakan, sejumlah wilayah di perairan Banten diproyeksi akan diterjang gelombang tinggi mulai dari tanggal 22 hingga 26 Juli mendatang. Untuk gelombang tinggi di Perairan Sunda Bagian Selatan dan Perairan Selatan Banten diperkirakan mencapai 4 hingga 6 meter.

“Jadi untuk nelayan yang biasanya menggunakan kapal kecil maupun tongkang untuk tidak melaut pada 22-26 Juli mendatang,” kata Rofikoh saat dihubungi Selatsunda.com melalui sambungan telepon selurernya,” Minggu (22/7/2018).

Dengan kondisi itu, masyarakat maupun nelayan diminta untuk tidak memaksakan diri melaut dan tetap waspada dan siaga dalam melakukan aktivitas pelayaran.

“Masyarakat dihimbau untuk selalu memperhatikan informasi cuaca dan gelombang dari BMKG,” pungkasnya.

Diketahui, Kapal Nelayan KM Barokah yang tengah mencari ikan di Perairan Binuangeun,  Kabupaten Lebak,  tenggelam, Kamis (19/7/2018). Tiga perahu kincang atau katir yang berusaha menyelamatkan nelayan di kapal itu malah turut tenggelam. Diduga kapal dan 3 perahu itu tenggelam karena disapu gelombang tinggi.  Dua dari 12 nelayan diatas kapal dan 3 perahu itu dinyatakan hilang. Pada hari Sabtu (21/7/2018), satu dari dua korban nelayan bernama Andi (30),  warga asal Kampung Muara, Desa Binuangeun akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sementara Rudi (30), hingga hari ini pada hari keempat pencarian masih belum ditemukan oleh Tim SAR Gabungan.

“Pencarian dimulai dari pukul 06.30 WIB,  tadi pagi dengan dibagi 3 Tim.  Hingga pukul 17.00 wib,  hasil pencarian masih nihil.  Pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan esok hari,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banten,  Zainal Arifin.  (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here