Herayati (tengah), didampingi orangtua saat dirumahnya, Lingkungan Masigit, Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Cilegon, Senin (23/7/2018). Anak tukang becak yang baru menyelesaikan S1 di FMIPA Institut Teknologi Bandung (ITB) cum laude 3,7 ini bercita-cita menjadi seorang dosen. Foto Ronald Siagian/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Tidak ada yang mengira dibalik perjuangan Herawati (23), anak tukang becak asal Kota Cilegon yang baru saja lulus Cum Laude dari Fakultas MIPA di Institut Teknologi Bandung (ITB) ini memiliki cita-cita yang sangat mulia. Perempuan kelahiran 17 April 1995 dari pasangan suami istri Sawiri (66) dan Durah (62) ini ingin mengabdikan dirinya sebagai seorang dosen di tempat Ia dibesarkan.

“Saya suka mengajar dan suka meneliti. Sejak saya kuliah di ITB, keinginan untuk mengajar terus tumbuh di dalam diri saya, ” ungkap Herawati di rumahnya, Lingkungan Masigit RT 03 RW 01, Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Cilegon, Senin (23/7/2018).

Herayati yang kerap disapa Hera ini mengaku ingin menjadi dosen karena ingin mengabdikan diri bekerja di tempat Ia dibesarkan. Ilmu yang selama ini diperolehnya ingin di transfer kepada generasi penerus di Banten.

Saat ini untuk menggapai cita-cita itu, Mahasiswi yang telah menyelesaikan S1 dengan judul skripsi Sintesis Kitosan Termodifikasi Glutaraldehid dengan menggunakan Metode MAOS (Microwave Asisted Organic Synthesis) sebagai Atsorben Ion Pb (II) dari sampel air Sungai Cikapundung dan mendapat IPK 3,77 akan melanjutkan program Studi S2 lewat jalur cepat (fast track) di ITB.

“Pengen jadi dosen di Banten. Selain karena suka mengajar, saya juga ingin dekat sama orangtua. Menurut saya, sudah sewajarnya putera daerah mengabdi di daerahnya sendiri, ” tandasnya.

Sementara ayah Hera, Sawiri mendukung pilihan puteri bungsunya menjadi dosen. Sawiri yakin, cita-cita Hera menjadi dosen sangatlah mulia karena puterinya ingin mengabdikan diri didaerahnya sendiri.

“Kami terserah ke anak saja, kalau mau lanjut pendidikan S2, kami sangat mendukung. Apalagi kalau menjadi dosen nanti, saya sangat bangga sekali dengan Hera. Kebanyakan, kalau perempuan kerja (seperti) di pabrik, kurang pas. Lebih bagus jadi dosen,” pungkasnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here