Ilustrasi (Foto Dok Istimewa)

CILEGON, SSC – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon mencatat ada 6 (enam) titik lokasi di Kota Cilegon rawan terhadap bencana tanah longsor.

Plt Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Utang Sutardi memaparkan, 6 titik rawan longsor di Kota Cilegon, yaitu, Lingkungan Tembulun Kelurahan Mekarsari Kecamatan Pulomerak, Lingkungan Sumur Pring Kelurahan Mekarsari Kecamatan Pulomerak, Lingkungan Gunung Batur Kelurahan Mekarsari Kecamatan Pulomerak.

Selanjutnya, Lingkungan Watu Lawang Kelurahan Gerem Kecamatan Grogol, Lingkungan Pasir Salam Kelurahan Gerem Kecamatan Grogol dan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kecamatan Cibeber.

“Setelah kami petakan terjadi penambahan 1 titik longsor di Cilegon. Salah satunya di JLS yang menjadi lokasi bekas galian C. Inilah yang menjadi konsen kami terhadap potensi tanah longsor di Cilegon,” kata Utang kepada Selatsunda.com, Kamis (14/10/2021).

Baca juga  KONI Cilegon Temukan 8 Cabor Terindikasi Berkegiatan Fiktif, Ini Reaksi Walikota Helldy

Ia menyatakan, keenam lokasi tersebut dipetakan rawan longsor karena lokasinya terjadi alih fungsi lahan sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan.  Sementara, hampir sepanjang jalan banyak berdiri bangunan tempat tinggal maupun warung. Bangunan itu berada di bawah bukit dan di bibir jurang.

“Jadi inilah penyabab utama terjadinya bencana longsor. Apalagi yang berada di wilayah JLS bekas galian C. Ini cukup membahayakan sekali. Bencana tanah longsor ini dianggap sangat berbahaya dan tergolong paling parah jika tidak diantisipasi bersama,” ujarnya.

Dia mengimbau pihak terkait juga mengantisipasi terjadinya longsor seiring datangnya musim hujan. Penanganan segera dilakukan agar tidak menimbulkan korban jiwa.

“Intinya, keperdulian masyarakat terhadap lingkungan harus ditingkatkan. Kegiatan gotong royong jika harus ditingkatkan guna mengantisipasi bencana longsor. Dan pelebaran jalan pun harus benar-benar dilakukan oleh dinas terkait dalam hal ini Dinas PU,” pungkasnya. (Ully/Red)