Kepala Disperkim Cilegon, Buchori (kiri) dan Kabid Perkim pada Disperkim, Edi Endarto diwawancara di kantornya, Kamis (14/10/2021). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Perumahan di Kota Cilegon masih cukup banyak belum menyerahkan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) kepada Pemerintah Kota Cilegon.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kota Cilegon, Buchori mengatakan, dari 27 perumahan di Cilegon, baru 10 perumahan yang menyerahkan PSU baik secara total maupun sebagaian. Sisanya masih berproses.

“Perumahan yang serah terima total itu PCI, Bonakarta, Palem Hills. Yang sudah serah terima secara partial ada 7 perumahan. Kemudian sisanya masih berproses,” kata Buchori ditemui dikantornya, Kamis (14/10/2021).

Ia tidak menampik, dalam proses tersebut masih ditemui banyak kendala baik masalah administrasi maupun teknis dengan pengembang. Seperti ada pengembang yang tidak bertanggungjawab menyerahkan PSU setelah perumahan dibangun. Kemudian soal masalah teknis, jalan yang semestinya diserahkan dalam kondisi baik namun sebaliknya.

Baca juga  Truk Tangki Air Minum Tabrak Rumah Makan dan Bengkel di Merak, Sopir Tewas Ditempat

Selain dari pengembang, kendala lain juga perlu koordinasi dengan OPD lainnya. Karena PSU tidak menjadi tanggungjawab Disperkim secara keseluruhan.

“Perkim kan ngukur jalan lingkungan, PU jalan utama. Dishub PJU. Jadi harus dikumpulin, karena semua dibuatkan berita acara,” terangnya.

Prinsipnya, kata dia, bilamana PSU sudah siap untuk diserahkan maka saat penyerahan harus dalam kondisi baik dan layak.

“Jadi memang ketika PSU siap diserahkan, siap menerima, semuanya sudah siap dalam kondisi baik,”sambungnya.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Kawasan Pemukiman pada Disperkim Kota Cilegon Edhie Hendarto menyatakan, penyerahan PSU sudah diatur dalam Permendagri 9 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyerahan Prasarana, Sarana, Dan Utilitas Perumahan Dan Permukiman Di Daerah dan Perwal 89 Tahun 2019 tentang Serah Rerima Fasos Fasum.

Baca juga  Hingga Triwulan III 2021, Kinerja Bank Bjb Tumbuh Positif

Dalam memproses permohonan yang diajukan pengembang, kata dia, PSU yang mau diserahkan dicek menyeluruh baik adminstrasi maupun pengecekan fisik di lapangan. Bilamana dalam kondisi tidak layak maka PSU diminta untuk diperbaiki.

“Kalau jalan berlubang, harus ditambal. Kemudian misalnya penerangan jalan standarnya 60 watt, bikin sesuai itu. Setelah itu diperbaiki, kita periksa ulang. Kalau sudah clear, baru diserahkan,” tuturnya. (Ronald/Red)