Pengendara melawan arus menghindari razia Satlantas di Jalan Sumampir, Cilegon, Selasa (11/12/2018). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kesadaran berlalu lintas masyarakat di Kota Cilegon masih terbilang cukup rendah, terutama pengendara sepeda motor. Hal ini terlihat saat razia gabungan yang dilakukan oleh pihak kepolisan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon di area dekat Lapangan Sumampir Cilegon.

Pantauan selatsunda.com dalam razia, sejumlah pengendara nekad berputar arah sekalipun terlihat petugas telah berjaga di lokasi. Mereka bahkan nekad melawan arus yang saat itu banyak kendaraan melintas. Bukan itu aja, tampak pengendara roda dua nyaris bertabrakan dengan kendaraan lain.

Salah satu pengendara Dika mengaku sengaja menghindari razia karena tidak membawa surat-surat berkendara.

“Takut aja Mba kalau di razia. Takut ngurus-ngurus yang ribet-ribet,” kata Dika kepada Selatsunda.com, Rabu (11/12/2018).

Ia mengaku sengaja melawan arus karena  tidak membawa surat-surat berkendara.

“Niatnya sih mau beli buah dekat lapangan Sumampir. Tapi, karena ada razia yah udah saya lawan arus,” ujarnya.

Pengendara lainnya, Andi juga mrlakukan hal yang sama. Ia menghindar dari operasi itu karena tidak membawa surat kendaraan.

“Bingung mau kemana lagi. Saya cuman bawa STNK motor sedangkan SIM belum buat. Karena saya lihat pengendara lain akhirnya saya pun ikut berputar arus tersebut, ujarnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Cilegon AKP Iwan Nurfrianto mengakui ada upaya pengendara berputar arah menghindari razia. Kebanyakan pengendara yang bertindak demikian lantaran tidak menggunakan helm SNI hingga tidak membawa surat-surat saat berkendara.

“Ini lah yang sering kita temukan saat pengendara melanggar dari aturan-aturan yang ada. Meski sudah sering dilakukan razia, kesadaran pengendara sendiri yang masih kurang,” kata Iwan.

Untuk meningkatkan kesadaraan pengendara berlalu lintas selain dengan razia, papar Iwan, petugas juga menindak pelanggar saat jalan raya. Selain upaya itu, kata dia, Satlantas juga gencar melakukan sosialiasi ke sekolah-sekolah dan publikasi informasi lewat media.

“Oh tentu kita akan selalu rajin melakukan penindakan kasat mata. Bahkan, untuk pengendara yang melawan arus. Dan kita upayakan meminimalisir angka kecelakaan,” ucapnya.

Disinggung mengenai pelanggaran yang di Lingkup Polres Cilegon, pihaknya mencatat Januari-November 2018 sebanyak 11.946 pelanggaran sedangkan tahun 2017 sebanyak 12.388 pelanggaran. Pelanggaran terbanyak 70 persen diantaranya  pengendara roda dua dan 30 persen roda empat. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?