Direktur PDAM Cilegon Mandiri, Taufiqurrohman. (Foto Dok Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Cilegon Mandiri mencatat hingga Agustus 2023 ada sebanyak 1.376 pelanggan yang memasang saluran baru. Jumlah ini hampir mendekati target Tahun 2023 sebanyak 1.500 pelanggan baru.

Direktur Perumda Air Minum Cilegon Mandiri, Taufiqurrohman mengatakan jumlah pelanggan baru yang tercatat hingga saat ini hampir mencapai target yang ditetapkan.

“Target kami di 2023 itu sebanyak 1.500 pelanggan baru, sampai saat ini sudah 1.376 pelanggan saluran baru,” ungkapnya, Jumat (11/8/2023).

Hingga saat ini seluruh pelanggan Perumda Air Minum Cilegon Mandiri telah mencapai 21.414 pelanggan. Total itu meliputi 4 pelanggan industri, 262 pelanggan sosial, 1.592 pelanggan niaga, 6 pelanggan umum dan 19.550 pelanggan rumah tangga.

Baca juga  Dapat Penghargaan ke-76, Helldy Dinobatkan Sebagai Tokoh Pejabat Inovatif Pendorong Peningkatan SDM Melalui Pendidikan

Dari total keseluruhan pelanggan, 1.376 pelanggan diantaranya adalah pelanggan saluran (SL) baru. Kebanyakannya yang memasang baru adalah pelanggan rumah tangga di area komplek perumahan.

“Biasanya yang banyak itu, untuk perumahan, kompleks perumahan. Itu pemasangan baru. Mereka mengusulkan untuk penyambungan. Itu biasanya banyak, ada 50, 100, untuk satu pengembang,” terangnya.

Taufiqurrohman mengungkapkan, untuk mencapai target tersebut pihaknya dalam memasang saluran baru melakukan perikatan kerja sama dengan pengembang. Di mana saat pengembang membuka perumahan dilakukan perjanjian kerja sama (PKS).

“Untuk mencapai 1.376 pelanggan baru, itu dilakukan perjanjian kerja sama. Jadi ada PKS-nya, ada Mou dan ada PKS-nya,” tuturnya.

Ia menyatakan, dengan adanya pelanggan baru otomatis kebutuhan air meningkat. Pihaknya untuk memenuhi kebutuhan air seluruh pelanggan menyediakan 240 liter perdetik. Seluruh kebutuhan air ini bersumber dari PT Krakatau Tirta Industri (KTI).

Baca juga  Tiga Pelaku Narkoba Antar Pulau Ditangkap Polisi Cilegon, 2 Kilogram Sabu Diamankan

“Untuk yang existing 21 ribu pelanggan itu, membutuhkan air sekitar 240 liter perdetik. Sumbernya masih dari KTI,” pungkasnya. (Ronald/Red)