CILEGON, SSC – Hujan deras mengguyur Kota Cilegon mengakibatkan sejumlah wilayah tergenang air. Salah satunya seperti yang terjadi di Pasar Kranggot.
Informasi yang dihimpun Selatsunda.com, air hujan mulai masuk kedalam ruko pedagang sekitar pukul 13.00 WIB. Salah satu pemilik ruko di Pasar Kranggot, Toni Haryanto mengatakan, ketinggian air mencapai semata kaki orang dewasa.
“Hujannya cepat sekali. Ketinggiannya sih hanya semata kaki orang dewasa dan masuk ke dalam ruko kami,” kata Toni kepada Selatsunda.com dikonfirmasi, Minggu (6/6/2021).
Ia menyatakan, rukonya kerap menjadi langganan banjir setiap turun hujan terlebih saat intensitas hujan tinggi. Kejadian tersebut diakibatkan belum tersedianya saluran drainase. Kondisi itu pun membuat banyak pedagang merugi.
“Iuran terus menerus tapi kondisi pasar gak pernah diperbaiki. Kalau begini terus kita (pedagang) juga yang dirugikan,” keluhnya
Toni menuturkan, hingga saat ini belum ada perhatian serius dari pemerintah. Ia berharap ada secepatnya ada penanganan agar tidak kembali banjir.
“Pak Helldy (Walikota Cilegon) gimana ini? Masa gak ada perhatian dari pemerintah. Kalau hujan begini kami yang merasakan,” ujarnya.
Terpisah, Kepala UPTD Pasar Kranggot, Aceng Syarifudin tak menampik jika setiap hujan lebat mengakibatkan ruko di blok A dan B selalu tergenang air hujan.
“Iyah benar, ketinggiannya hanya semata kako. Kondisi ini karena memang belum ada drainase di blok A dan blok B. Air masuk mungkin dari sungai di belakang pasar,” ujarnya.
Aceng mengaku jika UPTD Pasar sudah mengusulkan kepada Disperindag untuk membuat gorong-gorong mengantisipasi terjadinya banjir.
“Sudah ada perencanaan dari kami agar gorong-gorong segera dibuat. Tapi kita tunggu saja apakah direalisasi atau enggak,” pungkasnya. (Ully/Red)

