JAKARTA, SSC – Penyakit cacingan adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing yang hidup di usus manusia. Cacingan umumnya menyerang anak-anak. Tapi nggak menutup kemungkinan juga menyerang orang dewasa, khususnya ibu hamil.

Bagaimana bisa ibu hamil kena infeksi cacing? Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Ditjen P2P Kementerian Kesehatan dr Elizabeth Jane Soepardi., MPH Dsc, cacing bisa datang dari mana saja, Bun. Termasuk tangan yang belum dicuci dan digunakan untuk makan. Cacing juga bisa ‘hinggap’ di tinja si kecil kemudian mengontaminasi kita. 

Kata dr Jane, gejala yang paling terlihat saat ibu hamil mengalami cacingan adalah anemia yang berkepanjangan dan semakin parah. Ibu hamil biasanya dibawa dulu ke laboratorium untuk diperiksa tinjanya.

Apabila positif ada telur cacingnya, maka harus segera ditindak. Lalu, bagaimana cara mengatasinya, dengar-dengar penggunaan obat cacing membahayakan janin?

“Ibu hamil yang mengalami cacingan bisa minum obat cacing sesuai anjuran dokter kandungan, biasanya saat trimester kedua atau tiga. Tunggu tiga bulan dulu bila ibu dari awal ternyata kena infeksi cacing,” kata dr Jane ditemui usai acara Media Briefing ‘Edukasi Mengenai Infeksi Cacing dan Hubungannya Terhadap Gangguan Gizi yang Berdampak Stunting’, di Oakwood Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (21/4/2018) 

Jika dari awal ibu hamil sudah kena infeksi cacing, dr Jane nggak menyarankan ibu hamil untuk minum obat pencahar, dengan harapan cacing ikut terbuang saat BAB. Hal ini karena ada beberapa spesies cacing yang memiliki pengait pada mulutnya sehingga nggak bisa didorong dengan obat begitu saja. Belum lagi adanya risiko bagi janin, Bun.

Dalam kesempatan sama, dr Juwalita Surapsari MGz SpGK dari RS Pelni Jakarta mengatakan kalau ibu hamil nggak ditangani saat mengalami cacingan maka akan ada risiko yang membahayakan dirinya dan janin, Bun.

“Tentu ibu hamil akan mengalami anemia dan malnutrisi. Nah, berangkat dari anemia sendiri banyak risiko yang akan ditimbulkan, bisa kelahiran prematur, bisa pendarahan dan parahnya lagi bisa cacat lahir dan bayinya stunting,” tambah dr Juwalita.

dr Juwalita berpesan penyakit cacingan sebenarnya bisa dicegah dengan menjaga kebersihan perorangan dan juga lingkungan. Kebersihan perorangan yaitu cuci tangan pakai sabun dan air bersih, membersihkan dan memotong kuku, serta memakai alas kaki dan menutup makanan.

“Sedangkan untuk kebersihan lingkungan adalah dengan buang air besar di wc, membuang sampah di tempatnya, drainase air limbah harus mengalir, dan menjaga kebersihan rumah. Salah satu langkah untuk mencegah cacingan adalah minum obat cacing,” kata dr Juwalita.

Jadi, lebih baik kita mencegah daripada mengobati kan, Bun?  (Detik.com/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here