CILEGON, SSC – Untuk kesekian kalinya, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon melakukan razia terhadap tempat-tempat yang memperjualbelikan minuman keras dan oplosan. Razia yang dilakukan ke sejumlah pedagang kelontongan, toko jamu dan Tempat Hiburan Malam (THM) itu, petugas mendapati dan menyita 317 botol minuman keras beralkohol dan minuman keras oplosan.

Kepala Seksi Penegak Perundang-Undangan Satpol PP Kota Cilegon, Chaerul Hasan mengatakan, razia yang dilakukan pihaknya dalam rangka menindaklanjuti adanya laporan masyarakat tentang maraknya peredaran miras. Didapati, sambung Chaerul, baik sejumlah tempat kelontongan, toko jamu maupun THM masih memperjualbelikan miras beralkohol dan opolosan dari berbagai jenis dan merek.

“Semalam kita lakukan razia yang dimulai pada pukul 23.00-03.00 WIB. Dari razia ini, kita menyita 317 miras dan minuman oplosan yang dijual bebas oleh pedagang kelontongan dan tempat hiburan malam. Adapun merek yang kita dapati seperti anggur merah, anggur ginseng, bir, semirnop,” kata Chaerul saat dikonfirmasi Selatsunda.com melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (21/04/2018).

Chaerul menegaskan, peredaran miras beralkohol dan oplosan itu telah menyalahi Peraturan Daerah (perda) Nomor 5 Tahun 2001 tentang Peredaraan Miras. Disebutkan didalam perda, pedagang atau penjual hanya dilarang memperjualbelikan minuman diatas kadar 0 persen.

“Meski sudah menyalahi Perda, tetap saja pedangang kelontongan, pedagang jamu dan THM menjual minuman ini diatas kadar 5 persen. Dan itulah kenapa kami langsung sita minuman berakohol tersebut,” Tegasnya.

Selain miras, pihaknya juga mendapati tempat hiburan malam yang masih beroperasi melebihi jam tayang yang ditentukan atau melanggar Perda Nomor 2 Tahun 2003 tentang perizinan penyelenggaraan hiburan. Salah satu tempat hiburan malam yang ada di pusat kota masih beroperasi diatas pukul 00.00 dini hari.

Petugas memeriksa botol miras dan oplosan di salah satu toko jamu di Cilegon. Foto Istimewa

“Setelah kita sisir di semua titik, Mandiri Blue masih buka hingga subuh hari. Sementara, untuk LM, Amigos dan tempat hiburan malam lainnya sudah tutup lebih awal,” tambahnya.

Ia berharap, dengan razia yang dilakukan, pedagang jamu, pedagang kelontongan dan THM dapat mematuhi aturan yang tertuang dalam Peraturan Daerah. Dengan begitu, pedagang dan pengusaha THM itu dapat tertib dan masyarakat kondusif. (Ully/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here